Berita Kupang Hari Ini

Stunting di Kota Kupang 26,1 Persen

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terus berupaya untuk menekan angka stunting di wilayah ini. Program bulan operasi timbang pun digalakan

Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang/Istimewa
ilustrasi: Penimbangan bayi dan balita untuk mengetahui perkembangan gizinya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terus berupaya untuk menekan angka stunting di wilayah ini. Program bulan operasi timbang pun digalakan Pemkot Kupang.

Pada bulan Februari lalu, program itu mulai dilaksanakan. Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ngurah Suarnawa turun langsung ke Posyandu.

Posyandu Kasih Ibu Kelurahan Penfui menjadi lokasi yang dikunjungi, dari total 328 Posyandu Balita di Kupang. Ngurah mengatakan, berdasarkan data di bulan operasi timbang pada Agustus tahun 2021, tercatat angka stunting di kota Kupang mencapai 26,1 persen.

Angka ini menurutnya tinggi, karena di tahun 2021 hanya seperempat dari jumlah bayi balita yang hadir dalam bulan operasi timbang pada Agustus 2021.
Saat itu,  kata Ngurah, kondisi Kota Kupang sedang dalam kondisi peningkatan covid yang signifikan sehingga ada masa tanpa Posyandu.

Baca juga: Ini Data Total Pasien Covid-19 di Kota Kupang yang Sementara Dirawat

"Banyak orangtua yang enggan membwa anaknya ke Posyandu karen takut akan penyebaran covid-19," katanya, Jumat 11 Maret 2022.

Menurut Ngurah, salah satu masalah gizi utama saat ini yaitu masalah Stunting atau Anak Pendek. Dalam rangka upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Kota Kupang, maka ketersediaan data status gizi balita menjadi dasar dalam melakukan konvergensi dan intervensi di Kota Kupang.

Perlu dilaksanakan pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita secara berkala melalui Gerakan Operasi Timbang.

"Keberhasilan operasi timbang ini tidak terlepas dari partisipasi  masyarakat. Tingginya partisipasi masyarakat dapat terlihat pada perbandingan jumlah balita yang ditimbang dengan jumlah balita yang ada. Jika partisipasi bayi atau balita yang menimbang semakin tinggi, maka semakin banyak pula data yang menggambarkan status gizi balita," jelas Ngurah Suarnawa.

Baca juga: Liga 1: Iwan Bule Ingin Sisa Pertandingan Liga 1 2021/2022 Bisa Dihadiri Penonton

Tinggi dan rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gizi, faktor ekonomi dan sosial budaya, serta sumber informasi.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh orang tua agar menjadikan kegiatan Posyandu ini sebagai suatu kewajiban demi kesehatan anak mereka.

Ia juga berharap dalam operasi timbang bulan ini, semua orang tua bisa membawa anak ke Posyandu sehingga berpotensi menurunkan presentasi stunting di Kota Kupang.

"Harapannya setelah operasi timbang bulan ini, angka stunting di kota Kupang turun," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved