Sabtu, 9 Mei 2026

Obituari Pater Alex Beding

Dia Menjala di Lautan Lain (Bagian-2)

Inilah poin penting yang digarisbawahi P Steph Tupeng Witin, SVD dalam buku “Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat Alex Beding, SVD”

Tayang:
Penulis: dion db putra | Editor: Eflin Rote
intan imamat
Alex Beding (tengah) dan Steph Witin (kanan) 

Menjala di Lautan Lain

Alex Beding masuk sekolah dasar pada usia 6 tahun di Lamalera tahun 1933. Setelahnya ia melanjutkan pendidikan di Larantuka dan tinggal di asrama misi.

Tamat dari Larantuka ia melanjutkan pendidikannya di Seminari Todabelu Mataloko, Ngada.

Terkait itu ia menulis sebagai berikut. “Saya tidak bisa mengatakan sesuatu sebagai alasan saya pergi ke seminari. Waktu kecil saya sering menyertai ayah dan ibu ke gereja dan sesudah misa ayah pergi omong-omong dengan Pater Bode. Saya senang dekat pastor yang saleh dan suka senyum itu.

Entah dalam hati ayah ada suatu ‘kerinduan’ agar anaknya bisa menjadi seperti bapa pastor itu? Sebab Pater Bode dalam doa-doa di gereja minta supaya Tuhan Allah memanggil anak-anak yang suci hati agar menjadi imam. Semua adalah ‘rahasia’ dalam karya Allah.

Ternyata setelah tamat Vervolgschool di Larantuka, saya dan beberapa teman pergi ke seminari. Tempat sekolah semakin jauh. Saya belajar di seminari pendidikan imam di Mataloko di daerah Ngada.

Bagi saya dari Lamalera sampai Mataloko adalah jarak yang jauh dan ditempuh dengan cara-cara transportasi sederhana yang berlaku di zaman itu, di antaranya banyak trayek ditempuh dengan berjalan kaki.

Tapi sangat luar biasa karena semuanya penuh pengalaman yang menyenangkan, kendati juga penuh resiko. Untuk pertama kali saya ikut dalam rombongan 35 siswa asal Flores Timur yang diberangkatkan dengan motorboat kecil Arnoldus dari Larantuka sampai Ipi Ende selama satu hari dua malam.” (dion db putra/flores star)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved