Berita Malaka Hari Ini
Disnakertrans Malaka Dapat Anggaran Miliaran Rupiah, Begini Strateginya
kondisi ini yang terjadi dan dapat mempengaruhi kinerja akibat recofusing anggaran untuk menanggulangi pandemi Covid-19.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka
POS-KUPANG.COM, BETUN - Anggaran daerah untuk membiaya kegiatan-kegiatan pembangunan di tingkatan organisasi perangkat daerah (OPD) minim.
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Malaka berhasil melakukan terobosan untuk mendatangkan anggaran pemerintah pusat untuk melaksanakan program-program sesuai visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Malaka saat ini.
Kepala Disnakertrans Malaka, Vinsensius Babu, S. Pi, M. Si kepada wartawan, pekan lalu mengatakan masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjadi tantangan dalam alokasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD).
Yang dirasakan, minimnya anggaran untuk mengakomodasi kegiatan di setiap dinas.
Baca juga: Lampu Traffic Light di Malaka Sudah Berfungsi Kembali
Menurutnya, kondisi ini yang terjadi dan dapat mempengaruhi kinerja akibat recofusing anggaran untuk menanggulangi pandemi Covid-19.
"Ini perlu ada terobosan, kerja ekstra untuk memanfaatkan peluang. Bisa ada terobosan ke pemerintah pusat, karena ada peluang untuk datangkan anggaran," kata Kadis Vinsen mengaku sudah bekerja sejak tahun lalu hingga saat ini.
Disebutkan, Disnakertrans memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Transmigrasi Desa sebanyak Rp 6, 5 milyar tahun 2021 untuk pembangunan peningkatan jalan di beberapa lokasi trans yang selesai dikerjakan tepat pada waktunya.
Baca juga: Empat Desa di Malaka Tidak Ikut Pilkades Serentak, Ini Penjelasan Kadis PMD
Pada tahun yang sama, diperoleh dana Tugas Pembantuan Kemendes RI sebesar Rp 3, 8 milyar untuk kelanjutan pembangunan 37 unit rumah Trans Kapitan Meo.
Berkaitan dengan pemberdayaan, kata Kadis Vinsen diperoleh dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan Kemenaker RI untuk melaksanakan dua kegiatan pada tahun 2021 masing-masing kegiatan padat karya infrastruktur tiga lokasi dan kegiatan lima kelompok tenaga kerja mandiri.
"Untuk APBD kita, dialokasikan anggaran Rp 300 juta untuk 20 kelompok," lanjutnya.
Pada tahun 2022, Kadis Vinsen menyebut alokasi anggaran yang bersumber dari APBN di antaranya pembangunan jalan strategis dengan anggaran yang bersumber dari DAK Transdes sebesar Rp 5, 2 milyar dan dana Tugas Pembantuan sebesar Rp 3, 8 milyar untuk kegiatan pemberdayaan warga Trans Uluklubuk Desa Weoe Kecamatan Wewiku.
Baca juga: Dekranasda Malaka Siap Bantu Tekan Angka Stunting, Ini Strateginya
"Dan bantuan pemberdayaan yang bersumber dari APBD Provinsi berupa tenun ikat kepada warga Trans Uluklubuk dan pelatihan Imposma bagi warga Trans Kapitan Meo. Ini sdh dieksekusi, pekan lalu," kata Kadis Vinsen sambil menambahkan terobosan-terobosan ini berhasil karena dukungan kerja sama lintas sektoral bersama OPD lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kepala-disnakertrans-malaka-vinsensius-babu-s-pi-m.jpg)