Berita Malaka
Lampu Traffic Light di Depan Kantor Camat Malaka Tengah Nyala Kuning Saja
Lampu lalulintas pada dua titik lainnya tetap berfungsi yakni di perempatan Pasar Beiabuk dan perempatan Mapolsek Malaka Tengah.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka
POS-KUPANG.COM, BETUN - Saat ini lampu lalu lintas (traffic light) di perempatan Kantor Camat Malaka Tengah menyala kuning saja. Hal ini diakibatkan karena adanya korsleting listrik bawah tanah.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malaka, Brynsina Elfrida Klau kepada Pos Kupang di Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Jumat 4 Maret 2022.
Pantauan POS-KUPANG.COM, pengendara baik roda dua maupun roda empat berjalan normal walaupun ekstra berhati-hati.
Lampu lalu lintas ini baru diresmikan oleh Bupati Malaka, Dr Simon Nahak, S.H., MH pada tanggal 13 Desember 2021.
Baca juga: Manfaatkan Liburan, Seorang ASN Malaka Urus Dua Hektar Kebun Tomat
Lampu lalulintas pada dua titik lainnya tetap berfungsi yakni di perempatan Pasar Beiabuk dan perempatan Mapolsek Malaka Tengah.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malaka, Brinsyna Elfrida Klau menjelaskan, lampu lalu lintas kuning itu dinyalakan sebagai warning.
"Sedangkan untuk nyala keseluruhan menunggu perbaikan jaringan kabel dalam tanah yang diduga korsleting ini," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malaka, Brinsyna Elfrida Klau menjelaskan, pada Selasa 1 Maret 2022 dirinya sudah perintahkan staf LLAJ untuk mengecek keadaan traffic light di perempatan Kantor Camat Malaka Tengah. Dari hasil pengecekan, ternyata ada gangguan pada jaringan listrik.
Baca juga: Pengacara di Malaka Laporkan Oknum Wartawan ke Polisi, Ini Duduk Perkaranya
"Awalnya diduga, sekring bermasalah, karena sudah diganti dua kali tapi masih tetap sama. Ternyata, ini permasalahan ada pada jaringan kabel dalam tanah, terjadi korsleting," jelasnya.
Dikatakan mantan Kadis Kominfo Malaka ini, pihaknya juga sudah lakukan komunikasi dengan pihak penyedia agar secepatnya memperbaiki jaringan yang ada.
"Kami akan pastikan lagi, agar pihak penyedia bisa datang pada kesempatan pertama," ujar Ida. (*)