Berita Belu Hari Ini

Jalan Sabuk Merah Amblas, Kontraktor Siap Perbaiki

Warga meminta pemerintah untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut agar kerusakan tidak bertambah parah apalagi sampai jalan putus

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
Kondisi jalan sabuk merah di wilayah Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu amblas puluhan meter, Kamis 24 Febuari 2022. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM,Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - J alan Sabuk Merah di wilayah Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu amblas puluhan meter. 

Kondisi ini disebabkan hujan deras yang terjadi dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu 22-23 Febuari 2022.

Tingginya intensitas hujan menimbulkan penurunan badan jalan yang berlebihan hingga akhirnya amblas

Jalan ini menghubungkan Kecamatan Lasiolat, Raihat Lamaknen dan Lamaknen Selatan.

Baca juga: Warga Dusun Sukabilaran Minta Pemkab Belu Bangun Bronjong

Sesuai informasi warga, kerusakan hanya terjadi sebagian badan jalan. Badan jalan amblas sepanjang 20-25 meter.

Masih tersisa sebagain badan jalan yang bisa dilewati kendaraan. 

Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, warga menaruh batu sebagi penanda. 

Baca juga: 52 Pasien Covid-19 di Kabupaten Belu Dirawat 52

Warga meminta pemerintah untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut agar kerusakan tidak bertambah parah apalagi sampai jalan putus.

Bila jalan putus maka akses transportasi dari Raihat ke Atambua, ibukota kabupaten  Belu terganggu. Meski ada jalan alternatif tetapi harus memutar lebih jauh dan membutuhkan waktu lebih lama.

Sekretaris Camat Raihat, Vasco De Araujo kepada wartawan mengatakan, pemerintah kecamatan telah menyampaikan laporan tentang kondisi kerusakan kepada pemerintah kabupaten.

Baca juga: Jalin Asmara Belum Seumur Jagung, Putra Sule, Rizky Febian Blak-Blakan Soal Keinginannya Mendua

Ia mewakili masyarakat meminta agar pemerintah kabupaten bisa berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional agar kerusakan jalan tersebut diperbaiki.

Ia khawatir jalan tersebut putus dan tentu berdampak pada akses transportasi. 

Menurut Vasco, saat ini lalu lintas kendaraan masih normal hanya saja untuk kendaraan besar seperti truk fuso dan tronton perlu ekstra hati- hati.

Baca juga: Gaji PNS Belum Cair, Paul Dolu Kritisi Pemda Lembata Sibuk Urus Mutasi Pejabat

Untuk diketahui jalan tersebut dikerjakan tahun 2021 oleh PT Naviri dan masih dalam masa pemeliharaan. Pihak kontraktor siap memperbaiki kerusakan tersebut. 

"Kita akan cek. Jalan masih dalam pemeliharaan. Nanti kita perbaiki. Perbaikan belum bisa sekarang karena masih hujan", ujar Samsul, pegawai PT Naviri yang ditemui wartawan Kamis malam. (*)

Berita Belu Hari Ini 
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved