Berita Belu Hari Ini
52 Pasien Covid-19 di Kabupaten Belu Dirawat 52
Sebanyak 52 pasien COVID-19 di Kabupaten Belu dirawat di rumah sakit. Rinciannya, dua pasien dirawat di RSUD Atambua
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Sebanyak 52 pasien COVID-19 di Kabupaten Belu dirawat di rumah sakit. Rinciannya, dua pasien dirawat di RSUD Atambua, 30 pasien di Rumah Sakit Tentara dan 20 pasien di Rumah Sakit Sito Husada.
Data ini disampaikan Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Belu keadaan Kamis 24 Febuari 2022 yang diperoleh Pos Kupang. Com, Jumat 25 Febuari 2022.
Dilaporkan, jumlah kasus aktif covid-19 sampai saat ini 80 kasus, pasien dirawat 52 orang dan 28 orang isolasi mandiri.
Pasien yang dirawat tersebut merupakan transmisi lokal 11 orang, Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PLN) 40 orang dan satu pasien dari luar wilayah yakni dari Malaka. Kasus meninggal dunia selama empat hari terakhir nihil.
Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Belu Bertambah, Satu Pasien Meninggal
Satgas COVID-19 juga melaporkan, pencapaian vaksin dosis satu 85,3 persen (136,203 orang), dosis dua 57,9 persen (92.475 orang) dan dosis 2,71 persen (4.325 orang).
Sedangkan stok vaksin sampai saat ini sebanyak 5.474 vial dan tabung oksigen sebanyak 67 buah.
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin menghimbau kepada masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan. Pemerintah terus berupaya menekan penularan COVID-19 dengan melakukan deteksi dini melalui testing setiap hari. Kemudian mempercepat vaksinasi masyarakat.
Menurut Bupati Belu, berdasarkan data yang ada, percepatan penularan covid-19 varian Omicron tidak sebanding dengan percepatan varian Delta namun masyarakat tidak boleh menganggap sapeleh sebab transmisi lokal sudah terjadi.
Baca juga: Bupati Agustinus Taolin : Tujuh Orang Terkonfirmasi COVID-19 di Belu Isolasi Mandiri
Tambah bupati, upaya lain dari pemerintah adalah melakukan treatment atau perawatan pasien COVID-19 agar bisa sembuh dan akhir-akhir ini jumlah kasus meninggal menurun. (*)