Bedah Saraf, Operasi Penanganan Penyakit Otak dan Tulang Belakang
Bedah saraf merupakan salah satu bagian dari ilmu bedah dan telah banyak berkembang di Indonesia setiap tahunnya.
Oleh: dr. Christopher Lauren
POS-KUPANG.COM - Perkembangan zaman telah banyak membawa perubahan tiap tahunnya pada setiap aspek kehidupan, salah satunya pada bidang kedokteran.
Di Indonesia, perkembangan ilmu kedokteran turut bertambah seiring dengan berjalannya waktu, mulai sejak zaman penjajahan kolonial belanda dan setelah kemerdekaan, dimana hal ini diikuti pula dengan berkembangnya proses penyakit yang menyerang hidup manusia.
Dengan berkembangnya penyakit yang semakin ganas setiap tahunnya, termasuk didalamnya penyakit bawaan, degeneratif, dan penyakit infeksius, mau tidak mau perkembangan ilmu kedokteran harus ikut disesuaikan agar dapat memberikan penanganan yang terbaik terhadap pasien.
Baca juga: Bisa Picu Serangan Jantung dan Kerusakan Saraf, Kenali 8 Bahaya dan Gejala Penyakit Diabetes
Penyakit yang dialami oleh pasien tidak jarang dapat menyebabkan kecacatan tubuh hingga kematian, yang mana termasuk didalamnya penyakit pada sistem saraf otak dan tulang belakang manusia yang haruslah ditangani dari segala aspek.
Tentunya beberapa penyakit ini dapat diatasi hanya dengan menggunakan obat dan perubahan pola hidup, namun tidak menutup kemungkinan bahwa tindakan operasi harus dilakukan dalam penanganan terhadap sumber penyakit.
Tentunya operasi pada penyakit tersebut haruslah dilakukan oleh tenaga medis yang paham terhadap susunan anatomi otak dan tulang belakang dengan baik.
Baca juga: Pingsan Kelelahan Adalah Beberapa Gejala Penyakit Katup Jantung, Tanda Lainnya?
Disinilah pentingnya peranan seorang dokter spesialis bedah saraf dalam menangani kondisi terkait seorang pasien.
Bedah saraf merupakan salah satu bagian dari ilmu bedah dan telah banyak berkembang di Indonesia setiap tahunnya.
Mulai dari berkembangnya pelayanan dalam bidang bedah saraf yang pertama kali dimulai pada tahun 1948 oleh Prof. C.H. Lenshoek, dimana beliau adalah seorang ahli bedah saraf keturunan belanda yang berpraktek di klinik Raden Saleh.
Baca juga: Lebih Berbahaya dari Omicron, Kenali 3 Penyakit Infeksi Streptococcus dan Gejalanya
Klinik ini lalu dialihkan ke pemerintah Indonesia untuk dijadikan bagian dari RSCM/FK UI. Dari sinilah perjalanan bedah saraf di Indonesia dimulai sampai dengan terbentuknya 3 senter utama bedah saraf di Indonesia, yaitu Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan Universitas Padjadjaran.
Sampai dengan saat ini, program studi bedah saraf di Indonesia sudah berkembang menjadi beberapa senter yang tersebar di seluruh Indonesia.
Saat ini perkembangan senter bedah saraf telah terbentuk di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berpusat di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang dan RS Siloam Kupang, dimana senter ini beranggotakan sebanyak 2 orang, yaitu dr. Donny Argie, Sp.BS dan dr. Elric Brahm Malelak, Sp.BS.
Baca juga: Gejala Omicron Bermacam-Macam, Ini 11 Gejala Yang Terbanyak Dirasakan
Berbagai macam penyakit pada sistem otak dan tulang belakang telah ditangani, mencakup penyakit pembuluh darah otak seperti stroke; tumor; penumpukan cairan otak; kelainan bawaan lahir pada otak dan tulang belakang; penyakit degeneratif seperti alzheimer dan parkinson; dan cedera pada otak dan tulang belakang akibat kecelakaan.
Tindakan operatif yang dipilih disesuaikan dengan kondisi pasien dan perjalanan penyakit masing-masing agar diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik terdapat pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bedah-saraf-operasi-penanganan-penyakit-otak-dan-tulang-belakang.jpg)