Berita Lembata Hari Ini

Warga Desa Tapobali Berhasil Rekam Kapal Pengebom Ikan di Pantai Selatan Lembata

Warga Desa Tapobali Berhasil Rekam Kapal Pengebom Ikan di Pantai Selatan Lembata: Marah Tapi Tidak Berdaya

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Warga desa Tapobali, Kecamatan Wulandoni berhasil mengabadikan kapal pengebom ikan di lepas pantai selatan Kabupaten Lembata. Aktivitas pengeboman ikan ini dilakukan pada Jumat, 18 Februari 2022 sekitar pukul 17.00 Wita. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- Warga desa Tapobali, Kecamatan Wulandoni berhasil mengabadikan kapal pengebom ikan di lepas pantai selatan Kabupaten Lembata. Aktivitas pengeboman ikan ini dilakukan pada Jumat, 18 Februari 2022 sekitar pukul 17.00 Wita.

Dari video yang diterima dari Kepala desa Tapobali Agustinus Bala Ledun, Sabtu, 19 Februari 2022, tampak kapal kapal kayu tersebut berwarna putih biru, berbendera merah putih, baru saja mengebom ikan tak jauh dari pesisir Pantai Tapobali. 

Agustinus mengatakan video tersebut direkam oleh salah satu aparat desa Tapobali. Dia merekam kapal ikan yang dua kali mengebom ikan di wilayah pantai Tapobali. 

"Nama dan jenis perahu tidak diketahui asalnya sehingga video dan foto saja yang kami laporkan. Pengeboman dua kali," lapor Kades Agustinus saat dihubungi Pos Kupang.

Baca juga: Panitia Pilkades Desa Tapobali Flotim Digugat, Diduga Janjikan Beras Seumur Hidup

Menurut dia, pengeboman ikan di lepas pantai selatan merupakan kejadian yang berulang dan terus terjadi. Biasanya warga yang marah hanya bisa berteriak mengecam aksi ilegal tersebut. Warga tetap tidak berdaya. 

"Wilayah laut dari Tanjung Nagawutung, Tapobali sampai Alap Atadei itu biasa jadi ladang pengeboman ikan," ungkapnya.

"Kejadian sering terjadi. Kita kesulitan sarana pendukung untuk informasikan peristiwa ini karena jaringan telkomsel selalu terganggu," kata Agustinus. 

Dia berujar pernah anak muda di desa Tapobali berteriak mengecam para pengebom dan bahkan melempar para nelayan tersebut dengan batu hingga melarikan diri. 

Baca juga: Juragan Kapal Ikan Terduga Pelaku Penculikan dan Pemerkosaan Anak 13 Tahun di Sumba Timur Ditahan 

Upaya warga secara mandiri tetap saja sangat terbatas karena kesulitan jaringan telekomunikasi dan sarana pendukung lainnya. Dia minta pemerintah daerah mendesak percepatan pembangunan tower telekomunikasi yang sedang dibangun di sana.

"Kami butuh pihak keamanan untuk ditempatkan langsung di desa Tapobali," pintanya. 

Di samping itu, dia juga berharap pemerintah bisa menyediakan radio komunikasi dan kamera berkualitas untuk merekam aktivitas bom ikan di wilayah selatan Lembata. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved