Breaking News:

Berita Flores Timur

Panitia Pilkades Desa Tapobali Flotim Digugat, Diduga Janjikan Beras Seumur Hidup

Panitia Pilkades Desa Tapobali Flotim Digugat, Diduga Janjikan Beras Seumur Hidup

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Surat keberatan empat calon kepala desa Tapobali yang diajukan ke Bupati Flotim 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, ADONARA- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 di Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang digelar pada Sabtu 16 Oktober 2021 menuai banyak persoalan. Dari 118 desa yang menggelar Pilkades serentak, beberapa desa sudah resmi mengajukan gugatan sengketa ke panitia kabupaten. 

Di pulau Adonara, selain desa Kolilanang, kecamatan Adonara, satu lagi desa yang mengajukan gugatan yakni, Ongebelen, Desa Tapobali, Kecamatan Adonara Timur. 

Empat calon kades dari lima calon, yakni, Andrianus Masan, Yakobus Palang Ama, Agustinus Mado Borot dan Yakobus Sabon Igor, resmi menggugat panitia Pilkades desa Tapobali karena adanya dugaan kecurangan yang dilakukan ketua panitia Pilkades yang disebut-sebut memihak salah satu calon, yang merupakan calon incumben

Kepada wartawan saat menggelar konferensi pers, Selasa 19 Oktober 2021, keempat calon Kades ini mengungkapkan, dugaan kecurangan itu dilakukan ketua panitia bersama calon nomor urut 3, Ignasius Igo Gelu. Keduanya pada H-1, Sabtu 16 Oktober 2021, sekitar pukul 02.30 WITA, mendatangi rumah pemilih di Dusun II Lewonere dan menjanjikan akan memberikan bantuan beras seumur hidup kepada warga yang memilih calon nomor urut 3.

Baca juga: Tim Pemenangan Calon Kades Kolilanang Flores Timur Gugat Panitia Pilkades

"Informasi ini disampaikan langsung oleh pemilih yang rumahnya didatangi ketua panitia dan calon nomor urut 3. Ada saksi yang sudah mengaku dan kita videokan sebagai bukti. Ada juga saksi yang melihat langsung," ungkap mereka. 

Selain itu, menjanjikan bantuan beras, ketua panitia juga hanya memberikan contoh surat suara kepada calon nomor urut 3 untuk mensosialisasikan dirinya. Sementara keempat calon lainnya tidak diberi untuk sosialisasikan diri. 

"Contoh surat suara juga tidak ditempelkan di tempat umum sebagai bentuk sosialisasi. Ketua panitia hanya beri ke calon nomor urut 3," katanya. 

Dugaan ketidakadilan lain juga dilakukan panitia yakni, warga yang tidak mendatangi TPS karena alasan sakit, tidak bisa menggunakan hak pilihnya, karena surat suara tidak diantar panitia.

"Di desa lain, surat suara diantar panitia didampingi saksi dan petugas keamanan untuk dicoblos. Di desa Tapobali, panitia tidak lakukan itu," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved