Berita Sumba Timur Hari Ini

Angka Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Sumba Timur Naik PPKM Level III, Ini Ketentuannya 

Angka Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Sumba Timur Naik PPKM Level III, Ini Ketentuannya 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Sekda Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -  Kabupaten Sumba Timur kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. Perpanjangan kebijakan  PPKM di Bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu itu dilakukan menyusul terus bertambahnya angka kasus positif di kabupaten itu. 

Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy menjelaskan, pemberlakuan PPKM dilakukan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 11 tahun 2022 yang diumumkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, 14 Februari 2022 lalu. 

Sejak 14 Februari 2022, Kabupaten Sumba Timur ditetapkan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level III, naik satu level dari sebelumnya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Sumba Timur Bertambah, Pemerintah Kembali Aktifkan Posko Hingga Dusun

Sesuai dengan Inmendagri 11 tersebut, perpanjangan PPKM di luar wilayah Jawa - Bali berlangsung 14 hari yakni hingga 28 Februari 2022 mendatang. 

Kabupaten Sumba Timur, menjadi satu dari lima kabupaten di NTT yang menerapkan PPKM Level 3 selain Kabupaten Belu, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sekda Warandoy mengatakan, penerapan PPKM Level III di Sumba Timur dilakukan sesuai dengan Edaran Bupati Sumba Timur nomor Kesra 400/306.2/2002  tertanggal 17 Februari 2022.

Baca juga: Waspada, Ada Tambahan 3 Kasus Positif Covid- 19 di Sumba Timur Hari Ini

Dalam Edaran nomor 400  tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengatur ketentuan PPKM Level III dengan pendekatan zona wilayah kecamatan yang berlaku sejak 17 Februari hingga 2 Maret 2022.

Ketentuan tersebut mengatur pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan, dilaksanakan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh sesuai dengan keputusan bersama empat menteri. 

Pemberlakuan kegiatan di tempat kerja atau perkantoran pemerintah, lembaga dan swasta non esensial pada wilayah zona kuning dan orange dilakukan dengan mekanisme 75 persen work from office dan 25 persen work from home (WEFH) . Sementara untuk wilayah zona merah diberlakukan mekanisme work from home (WFH) sebanyak 50 persen. 

Untuk kegiatan pada sektor esensial seperti kesehatan, pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, logistik, perhotelan, konstruksi, industri Strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital nasional, industri yang ditetapkan sebagai vital nasional, serta tempat yang menyediakan kebutuhan  pokok sehari hari dapat beroperasi 100 persen dengan  pengaturan jam operasional hingga pukul 20.00 Wita dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Sekda Warandoy menegaskan, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat terutama di lokasi publik. "Tidak ada jalan lain, serukan masyarakat agar dimana mana menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan," tegas dia. 

Hingga 17 Februari 2022, Satuan Tugas Percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur merilis angka kasus positif di wilayah itu mencapai 5.979 kasus. Jumlah tersebut setelah terjadi pertambahan 51 kasus baru pada hari tersebut tersebut. 

Sebanyak 368 orang menjalani perawatan, terdiri dari 3 orang di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, 28 orang di lokasi isolasi terpusat dan 337 orang menjalani isolasi mandiri. (*) 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved