Berita Malaka Hari Ini
Beasiswa PIP di Malaka Diduga Dikorupsi
Beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar) pada SMPN Rafau, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, diduga dikorupsi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka
POS-KUPANG.COM, BETUN- Beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar) pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Rafau, Desa Bonibais, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, diduga kuat dikorupsi.
Hal itu diketahui saat sepuluh orang mantan pelajar SMPN Rafau ingin melakukan pencairan pada Bank BRI di Betun. Namun uang beasiswa PIP tersebut sudah dilakukan pencairan terlebih dahulu oleh oknum tertentu.
Pernyataan itu langsung diperoleh dari mantan siswa SMPN Rafau, Polikarpus Kiik kepada Pos Kupang di Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Rabu 16 Februari 2022.
Baca juga: Tutup Pendaftaran PIP, Rumah Aspirasi Jaring 6000 Calon Penerima Beasiswa PIP
Lanjut Polikarpus, program beasiswa PIP tersebut sudah sejak tahun 2018. Dan waktu itu kami baru kelas VIII SMPN Rafau.
"Setelah kami didata untuk terima beasiswa PIP. Lalu kami dipanggil oleh Kepsek SMPN Rafau, Pilipus Seran Bria untuk menyerahkan meterai enam ribu dan menandatangani surat rekomendasi pencairan beasiswa PIP," ungkapnya.
Tapi, masih lanjut Polikarpus, buku tabungan rekening beasiswa PIP tersebut tidak diserahkan kepada kami atau orang tua kami. Hingga kami tamat dari SMPN Rafau dan sampai tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2019 pun belum ada informasi pencairan dana beasiswa PIP ini.
Baca juga: Di Kota Kupang Tidak Ada Pendobelan Penerima Beasiswa PIP Rumah Aspirasi
"Sampai kami menganggur hingga tiga tahun di luar baru ada informasi dari pihak SMPN Rafau yakni dari operator sekolah, Silvester Ikun Asa kepada orang tua kami. Itupun Kepsek SMPN Rafau, Pilipus Seran Bria sudah diganti oleh Kepsek SMPN, Mulyeni Patriana Bau," ungkapnya lagi.
Setelah mendengar informasi dari operator pada Senin 14 Februari 2022 dan kami pada Selasa 15 Februari 2022 langsung bergegas dari Desa Bonibais ke Kota Betun.
"Jadi kami tidur tunggu memang di rumah keluarga di Kota Betun, mengingat perjalanan Bonibais ke Kota Betun jauh dan melalui hutan, jalan menanjak dan rusak ," jelasnya.
Nah, pada Rabu 16 Februari 2022 kami ke teras BRI di Dusun Laran, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur untuk melakukan pencairan.
"Tapi sesampainya di Bank BRI kami diberitahu oleh pegawai kalau sudah ada oknum lain yang melakukan pencairan atas nama saya dan teman saya Alfonsius Min," tutur Polikarpus dibenarkan oleh Alfonsius Min kepada Pos Kupang.
Mantan Kepala Sekolah SMPN Rafau, Pilipus Seran Bria ketika dikonfirmasi terpisah menyatakan, ia benar siswa SMPN Rafau sempat melakukan tanda tangan pencairan pada tahun 2018.
"Tapi saya tidak menindaklanjuti sampai saat ini karena Bank BRI sudah pindah lokasi. Dan siswa hanya memperoleh nomor rekening bank dan kode virtual dan tidak ada buku rekening," ungkapnya.
"Saya menjabat Kepala Sekolah SMPN Rafau pada tahun 2017," tutupnya.