Berita Sumba Timur Hari Ini
DPRD Salut Peran Bupati Sumba Timur Mediasi Perdamaian Gubernur NTT dan Umbu Maramba
Proses perdamaian yang berlangsung dalam tradisi dan adat Sumba di kampung Lambanapu.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Edi Hayong
Dalam acara yang dihelat di rumah besar (rumah adat) Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing itu, Gubernur Viktor Laiskodat hadir bersama rombongan pejabat pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur didampingi delegasi mantan Bupati Sumba Timur, Lukas Kaborang.
Sementara Umbu Maramba Hawu bersama rombongan keluarga besar Rindi datang dengan delegasi mantan Ketua DPRD Sumba Timur Palulu Pabundu Ndima.
Baca juga: Pemerintahi Sumba Timur Keluarkan Kebijakan Baru Pembelajaran Jarak Jauh
Acara perdamaian secara adat itu dimulai dengan doa bersama sekira Pukul 13.00 Wita setelah Bupati Drs. Kristofel Praing selaku tuan rumah, rombongan Umbu Maramba Hawu dan rombongan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat duduk di tikar adat di rumah besar itu.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat Lubuk atau tutur adat oleh para wunang atau delegasi adat dari kedua belah pihak. Tutur adat berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 Wita.
Usai tercapai kata sepakat, para tetua kemudian menandai kesepakatan damai itu dengan menikam hewan kurban berupai dua ekor babi hitam dan satu kerbau.
Pada kesempatan itu, diserahkan dua ekor babi dari pihak Umbu Maramba Hawu yang dibalas dengan penyerahan 3 ekor kerbau oleh pihak pemerintah.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Sumba Timur Melonjak, RSUD Umbu Rara Meha Tindakan Jam Kunjungan
Tarian adat dan kayaka pun menandai sukacita dalam peristiwa gembira itu.
Setelah Bupati Khristofel Praing dan Gubernur Viktor Bungtilu laiskodat memberi sambutan, dilangsungkan penandatanganan Berita Acara Perdamaian melalui mekanisme musyawarah keluarga secara Budaya/Adat Sumba Timur oleh Kepala Badan Pendapatan dan Aset daerah, Aleks Lumba, Umbu Maramba Meha serta Umbu Jems.
Penandatanganan juga dilakukan oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur Ali Oemar Fadaq, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur Domu Warandoy.
Selanjutnya kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Lisapaly, Drh. Palulu Pabundu Ndima, M.Si dan Drs. Lukas Mbadi Kaborang sebagai perwakilan tokoh masyarakat.
Baca juga: Gandeng BBTKLP Surabaya, Dinkes Provinsi NTT Koordinasi Pelaksanaan Surveilans dan Labkesmas
Usai penandatanganan, Gubernur Viktor Laiskodat yang masih berada di atas tikar adat didaulat untuk turun dan menerima pengalungan oleh Umbu Maramba Hawi, setelah itu Umbu Maramba Meha dan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan cium hidung dan berpelukan tanda perdamaian.
Selain kepada Gubernur Viktor, pengalungan kain juga diberikan kepada Bupati Sumba Timur oleh Umbu Jems, Drh. Palulu Pabundu Ndima, M.Si oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur Domu Warandoy dan Drs. Lukas Mbadi Kaborang oleh Yohanis Praing, Kepala Dinas Peternakan Sumba Timur.
Hadir dalam kesempatan itu Forkopimda Kabupaten Sumba Timur, para pimpinan Perangkat Daerah, para camat dan Kepala Desa, serta lurah, juga masyarakat. (*)