Berita NTT Hari Ini
NTT Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028 Sebuah Keharusan
Suatu keharusan untuk menjadi tuan rumah Multi Even olahraga seperti PON (tingkat nasional), SEA Games (tingkat Asia Tenggara), ASEAN Game
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Suatu keharusan untuk menjadi tuan rumah Multi Even olahraga seperti PON (tingkat nasional), SEA Games (tingkat Asia Tenggara), ASEAN Games (tingkat Asia) dan Olimpiade (tingkat dunia) adalah dambaan suatu daerah atau negara, karena multi efek dari player, dampak yg dihasilkan dari momentum semacam ini, sangat menguntungkan bagi penyelenggara baik keuntungan moril spritual maupun meteriil finansial.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Harian KONI (Komite olahraga Nasional Indonesia) NTT, Dr. Ir. Andre Koreh, MT, berdasarkan data yang dirilis kepada POS-KUPANG.COM, Jumat, 11 Februari 2022.
Menurut Andre, secara moril spritual akan mengangkat harkat, martabat dan harga diri tuan rumah, karena menjadi pusat perhatian seluruh wilayah asal peserta dan berpeluang unjuk kemampuan menjadi tuan rumah yang baik ,memberi rasa bangga dan kepercayaan diri pada warganya.
Secara material finansial, akan memberikan keuntungan sosial ekonomi yang signifikant jika dikelola dan dikemas dengan profesional dan akan menjadi momentum untuk menaikkan posisi tawar tuan rumah dalam berbagai forum pengambilan keputusan pada segala tingkatan.
Hal ini membuat persaingan untuk menjadi tuan rumah Multi Event olah raga empat tahunan ini menarik untuk dicermati dan dikaji dengan baik.
Baca juga: Pengurus KONI Nusa Tenggara Timur Resmi Dilantik, Josef Nae Soi Jadi Ketua
Ia menjelaskan bahwa sejak PON pertama digelar di Indonesia tahun 1948 di Solo dengan peserta 13 provinsi, saat itu Provinsi Dati I (Daerah Tingkat) NTT belum terbentuk sehingga belum berpartisipasi, hingga PON V tahun 1961 di Bandung, Provinsi Dati I NTT untuk pertama kalinya menjadi peserta PON , namun PON berikutnya yaitu PON VI tahun 1965 dibatalkan karena peristiwa G 30 S /PKI, sehingga PON kembali digelar tahun 1969 sebagai PON VII. Sejak saat itu NTT terus menjadi peserta
PON hingga PON terakhir XIX tahun 2016 di Bandung.
"PON XX tahun 2020 sebentar lagi akan dimulai di Provinsi Papua sebagai tuan rumah, tepatnya pada 20 Oktober s/d 2 November 2020. Sedangkan untuk PON XXI tahun 2024 yang akan datang telah ditetapkan oleh PB PON sebagai penyelenggara PON, tuan rumahnya adalah Provinsi Aceh dan Sumut sebagai tuan rumah bersama. Pada PON berikutnya yaitu PON XXII tahun 2028, Provinsi NTT berencana menawarkan diri menjadi tuan rumah pesta olahraga ini," tegasnya
Wacana agar provinsi NTT menjadi tuan rumah PON XXII /2028 (kurang 8 tahun lagi) perlu mendapat dukungan semua pihak, karena untuk bisa mewujudkannya, perlu kerja keras dan kerja sama semua pihak termasuk dukungan masyarakat, mengingat ini adalah pekerjaan besar dengan pembiayaan yang tidak sedikit namun akan memberi dampak positif yang signifikan bagi kemajuan daerah. Jika NTT ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah PON ke 22 pada tahun 2028 maka setidaknya ada beberapa persyaratan minimal yang harus dipertimbangkan sejak wacana ini digulirkan, setidaknya ada lima kriteria sukses yang harus dipenuhi yaitu : sukses adminitrasi, sukses penyelenggaran, sukses prestasi, sukses investasi dan sukses pertanggungjawaban. Semua kriteria sukses ini akan saling mengkait satu dengan yang lain demi tewujudnya impian menjadi tuan rumah
PON ke 22 tahun 2028 .
Baca juga: DPRD NTT Lakukan Publik Hearing Dengan Pemkab Belu Tentang Ranperda Inisiatif
Sukses Adimintrasi
Andre mengatakan bahwa menjadi tuan rumah, NTT harus mengikuti proses adminitrasi dengan mengikuti pelelangan (open bidding) calon tuan rumah PON 22/2028 yang diselenggarakan oleh PB PON.
"Sesuai peraturan PB. PON, lelang akan dimulai paling lambat 7 tahun sebelum PON digelar, artinya tahun depan tahun 2021 proses lelang calon tuan rumah PON 22 /2028 sudah dibuka oleh KONI PUSAT dan PB PON. Kita tinggal menunggu pemberitahuan resmi
dari KONI pusat kapan pelelangan dimulai,"22 tahun 2028 .
Peserta lelang adalah KONI Provinsi se - Indonesia yang berminat, yang akan mengajukan penawaran sebagai calon tuan rumah dengan melampirkan segala sesuatu yang disyaratkan antara lain dukungan Pemda NTT dalam hal ini pernyataan kesediaan oleh Gubernur NTT dan Ketua DPRD NTT dengan melampirkan surat jaminan penawaran dalam bentuk tanda bukti setor biaya sebesar Rp. 6 M. (1 M untuk operasional Tim Penjaringan dan Tim Penyaringan yang seterusnya uang ini akan menjadi milik panitia lelang , sedangkan dana 5 M untuk jaminan penyelenggaran yang kalau menang menjadi tuan rumah akan menjadi milik PB PON untuk koordinasi penyelenggaran seterusnya dan jika tidak menang uang 5 M ini akan dikembalikan ke daerah).
Baca juga: Pesan Wagub NTT Saat Melantik Pordasi NTT, Ajak Komponen Olahraga Terkait Berkolaborasi
Bagi Andre, tim penjaringan dan tim penyaringan KONI pusat dan PB PON, akan dipilih minimal 3 calon tuan rumah yang dinyatakan lolos admintrasi dan layak untuk dipertimbangkan menjadi tuan rumah, maka daerah tersebut akan diundang pada acara Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa 22 tahun 2028 . ang digelar khusus untuk proses lelang ini. Dimana Kepala Daerah, calon tuan rumah akan tampil mempresentasikan keunggulan dan alasan daerahnya mengajukan diri sebagai tuan rumah, lengkap dengan gambaran ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah dimiliki maupun yang akan dibangun, dan sumber sumber pendanaan yang akan membiayai kegiatan PON tersebut. Juga akan dipaparkan kemudahan dan keunggulan lainnya yang membuat daerahnya layak dipilih menjadi tuan rumah. Dan itu harus dipresentasikan pada tahun 2021 yang akan datang.
Selanjutnya ia menjelaskan bahwa tahapan administrasi lain yang harus dipersiapkan adalah ketersediaan pembiayaan yang jika menggunakan APBD I, maka pos pembiayaan ini sudah harus teralokasi dalam anggaran tahun 2021, tentunya mekanisme pembahasan anggaran APBD harus dilalui, mulai dari pencantuman rencana dalam RPJMD maupun dalam pembahasan KUA-PPA2021 sudah harus tergambar.
Baca juga: Ketua Umum Pordasi Pusat Lantik Pengprov Pordasi NTT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-harian-koni-ntt-dr-ir-andre-koreh-mt-ok.jpg)