Berita Lembata Hari Ini

Yoris Wutun, Anak Petani di Lembata Jadi Panelis Muda Plan Internasional di Inggris

Yoris Wutun (20) telah terpilih menjadi salah satu anggota Global Youth Panel atau panelis muda Plan Internasional Inggris

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Foto Yoris Wutun
Yoris Wutun saat mengikuti Kompetisi Debat Hukum Jentera Law Fair di Jakarta pada tahun 2019. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Gregorius Yosep Laba atau akrab disapa Yoris Wutun (20) telah terpilih menjadi salah satu anggota Global Youth Panel atau panelis muda Plan Internasional Inggris bersama dengan peserta dari negara Ekuador, Lebanon, Malawi, Mali, Zimbabwe, Amerika Serikat dan Inggris.

Indonesia mengutus dua perwakilan yang akan berbicara dalam forum internasional tentang pendidikan di masa tanggap darurat (Youth For Education in Emergencies) yakni Yoris Wutun dari Lembata dan Indy (18) dari Bali.

Yoris Wutun berasal dari desa Paubokol, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. Yoris merupakan anak dari pasangan John Heribertus Rea dan Maria Yasinta Siba. Orangtuanya berprofesi sebagai petani ladang di Belobatang, sebuah desa yang tak jauh dari desa Paubokol. Namun, sejak kecil alumnus SMP Katolik St Pius Lewoleba itu tinggal bersama saudara dari ayahnya yang bernama Wens Muga Wutun, seorang pensiunan guru di desa Paubokol.

Yoris Wutun dikenal sebagai anak yang cerdas dan punya kemauan untuk belajar. Sederet prestasi akademik telah dia torehkan sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kemudian, setelah tamat dari SMAN 1 Nubatukan di Kota Lewoleba, sulung dari empat bersaudara ini mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di Fakultas Hukum Peminatan Hukum Bisnis Jentera Law School di Jakarta.

Baca juga: Plan Internasional Indonesia Lahirkan 1.097 Petani Milenial

Ditemui di Kota Lewoleba, Yoris mengaku sedang mengikuti pelatihan-pelatihan secara daring dalam kaitannya sebagai panelis muda Plan Internasional Inggris, selain juga sedang sibuk menyelesaikan kuliah hukumnya.

“Selain belajar Bahasa Inggris di sekolah formal, saya juga belajar secara otodidak,” ungkapnya, Jumat, 4 Februari 2022.

Proses seleksi menjadi anggota Global Youth Panel menurutnya cukup ketat termasuk mereka harus diwawancarai langsung oleh Plan Internasional Inggris.

Bagi Yoris terpilih menjadi anggota Global Youth Panel di level internasional merupakan sebuah kesempatan (oportunity) dan setiap anak muda sebenarnya punya kesempatan belajar di mana saja mereka berada.

Secara pribadi pemuda kelahiran 2 Januari 2001 ini mengakui sekaligus merasa bersyukur punya kesempatan belajar bersama Yayasan Plan Internasional Indonesia yang ada di Lembata.

Baca juga: Yayasan Plan Internasional Indonesia Siapkan Tabungan Siaga Bencana Bagi Ribuan Anak di Lembata

Dia juga menyinggung isu yang akan dibawa dalam forum internasional yakni tentang pendidikan di masa darurat di Kabupaten Lembata yang dilanda bencana alam dan pandemi Covid-19.

“Melalui forum ini kami berupaya untuk mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan termasuk NGO-NGO memberikan perhatian kepada pendidikan anak di masa tanggap darurat,” ujar Yoris.

Program Implementation Area Manajer Yayasan Plan Internasional Indonesia di Lembata, Erlina Dangu menjelaskan bakal calon anggota Global Youth Panel dari Indonesia diseleksi terlebih dahulu. Awalnya, Yoris masuk 10 besar calon anggota Global Youth Panel

Dia kemudian diwawancara lagi dan masuk 6 besar. Setelah itu, untuk memilih dua perwakilan dari Indonesia, para peserta diwawancara langsung oleh Plan United Kingdom.

“Dari Indonesia akhirnya terpilih Yoris dari Lembata dan Indy dari Bali,” ungkap Erlina saat ditemui di Hotel Palm Lewoleba, Rabu, 2 Februari 2022.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved