Berita NTT
Gubernur NTT Berterimakasih kepada Uskup Agung Kupang yang Telah Menahbiskan Para Imam
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan saat menghadiri upacara Pentahbisan para imam di Gereja St Fransiskus dar
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan saat menghadiri upacara Pentahbisan para imam di Gereja St Fransiskus dari Asisi, Kolhua, Sabtu 18 Desember 2021 mengucapkan terimakasih kepada Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang, Pr yang sudah menahbiskan para imam.
Bukan tanpa alasan Gubernur mengucapkan terimakasih. Dikatakan Gubernur VBL, NTT hari ini punya dua Gubernur karena secara hukum, kewenangan- kewenangannya telah dia limpahkan kepada Wakil Gubernur sehingga dalam pekerjaan - pekerjaan pemerintahan sesuai dengan amanat Undang - Undang dia Wakil Gubernur adalah Gubernur.
"Mengapa langkah itu kami lakukan? Mungkin ini pertama kali dalam sejarah pemerintahan Indonesia ada seorang Gubernur melimpahkan seluruh kewenangan kepada wakil Gubernur. Karena kami berdua menyadari bahwa pekerjaan di Nusa Tenggara Timur itu sangat berat dan kompleksitasnya luar biasa. Berkaitan dengan itu maka kita perlu membagi pekerjaan. Oleh karena itu saya berterimakasih karena hari ini Mgr telah menahbiskan Imam baru yang akan ditempatkan di seluruh Keuskupan Agung Kupang ini," kata Gubernur VBL.
"Saya dengar tadi ketika ada yang ditempatkan di Kota Kupang semua senang. Begitu juga Sabu Raijua semua tepuk tangan tapi begitu Alor. Aduhh. Karena itu kita berdoa sungguh - sungguh dan saya harapkan para imam yang ditempatkan ke Alor ikut berperan serta bukan saja membangun keimanan di Pulau Alor dan Pantar tapi juga ikut berperan aktif dalam pembangunan - pembangunan yang telah dicetuskan oleh pemerintah," lanjutnya.
Dia menambahkan, NTT adalah provinsi ketiga termiskin di Indonesia . Hal ini tentunya membuat Gereja dan pemerintah terus masuk dalam sebuah tantangan berat untuk bagaimana membangun kesejahteraan dan keadilan di NTT.
"Sebagai Gubernur tentunya tantangan itu menjadi beban uhtuk segera diselesaikan. Dari kemiskinan 20.9 persen kemiskinan abstrak sekitar 9 persen itu jumlah manusianhya 530.830 orang ini mereka punya pendapatan per bulannya dibawah Rp. 370.000. itulah kemiskinan ekstrim," jelasnya.
Pemerintah lewat Presiden Joko Widodo telah mengharapkan agar tahun 2024 kemiskinan ekstrim di Indonesia tidak ada lagi.
"Itulah pekerjaan - pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi NTT bersama para Bupati berkolaborasi tentunya dengan Gereja dan seluruh lembaga terkait untuk menyelesaikan itu," ujarnya.
Selain itu, NTT juga menghadapi masalah lain yakni stunting yang sampai saat ini berada pada angka 20-an persen dari sebelumnya 40-an persen. Bagi dia, ini bukan sebuah prestasi karena ditargetkan stunting nol persen.
Gubernur VBL juga mengungkapkan, bila nanti Uskup Agung Kupang memasuki masa istirahat, Nusa Tenggara Timur akan kehilangan satu karakter yang luar biasa.
"Sebagai Gubernur saya pasti kehilangan karakter itu. Kondisi Nusa Tenggara Timur seperti saat ini kita membutuhkan karakter karakter yang kuat mendorong untuk terjadinya perubahan besar. Nusa Tenggara Timur tidak akan maju kalau hanya datang dan bicara. Perlu juga sekali - sekali kita 'ketok' kepalanya sedikit supaya berubah," jelasnya.
Dia mengatakan, mengikuti kehendak mayoritas belum tentu adalah kebenaran. Kebenaran tidak selalu didukung oleh mayoritas.
"Untuk itu sebagai Gubernur saya akan berdiri tegak selama saya memeriksa batin saya bahwa saya hadir di sini semata - mata untuk membawa Provinsi ini bertumbuh dan berkembang," tandasnya.(cr4)