Berita Nasional

Sosok Ini Disebut Paling Pas Jadi Kepala Badan Otorita IKN, Bukan Ahok, Risma dan Ridwan Kamil

Beberapa kalangan menilai Isran Noor yang berasal dari Kaltim dan memahami serta mengetahui seluk-beluk IKN baru di sebagian wilayah Kutai Kartanegara

Editor: Eflin Rote
HO/ TRIBUNKALTIM.CO
Momen Gubernur Kaltim Isran Noor saat bersama mantan Sekda Provinsi Kaltim HM Sabani Rabu (2/2/2022), disela acara silaturahmi pejabat yang telah purna tugas di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim. 

"Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyana, empat Pak Azwar Anas," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020) seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com. 

Sebenarnya, saat itu Jokowi mengatakan keputusan akan diambil dalam waktu dekat.

Hanya saja sampai sekarang belum ada nama yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara ( IKN ).

Baca juga: PDI-P Terus Beri Sinyal ke Ahok soal Kepala Otorita IKN, Keputusan Jokowi Dinanti

"CEO-nya sampai sekarang belum diputuskan, dan akan segera diputuskan insya Allah dalam minggu ini," tuturnya kala itu.

Nama-nama yang mengemuka sebagai Kepala Badan Otorita IKN

Belakangan, ada 4 nama yang masuk kriteria Jokowi sebagai Kepala Otorita.

Beberapa calon yang masuk kriteria pun sudah memberi jawaban seperti Ahok, Tri Rismaharini, Ridwan Kamil hingga Bambang Brodjonegoro.

Penujukan Kepala Otorita sendiri dilakukan paling lambat dua bulan setelah UU IKN disahkan.

Artinya, nama Kepala IKN di Kaltim akan diumumkan Jokowi pada Maret mendatang.

Dilansir dari Kompas.com, bursa calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara "Nusantara" diramaikan oleh sejumlah nama.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo mengungkap kriteria Kepala Otorita yang ia inginkan, yakni pernah memimpin daerah dan berlatar belakang arsitek.

"Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," kata Jokowi saat bertemu dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2022), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Dengan kriteria tersebut, dugaan publik mengerucut pada empat nama yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mantan Wali Kota Surabaya yang kini menjabat Menteri Sosial Tri Rismaharini, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Ke empatnya punya pengalaman memimpin daerah dan berlatar arsitek.

Namun, sebelumnya, pada Maret 2020 Jokowi sempat menyebutkan sederet nama yang dinilai potensial memimpin pemerintahan ibu kota baru.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved