Berita Lembata
Ini Cara Lapas Lembata Berantas Buta Aksara Warga Binaan
Dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan menulis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Lembata dimulai dengan pengenalan huruf
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Dharma Wanita/PIPAS (Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan) khususnya bidang Pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Lapas Lembata, Kamis, 27 Januari 2022 dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan menulis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Lembata. Pelaksanaan pembelajaran untuk pertama kali ini dimulai dengan pengenalan huruf, membaca dan menulis.
Berdasarkan data Sub Seksi Pembinaan, dari total 95 WBP dan Tahanan di Lapas Lembata, 13 orang masih kurang cakap dalam menulis dan membaca, bahkan ada WBP yang sama sekali belum bisa dalam hal tersebut.
Kalapas Lembata, Andreas Wisnu Saputra berujar buta aksara ini disebabkan karena sebagian besar WBP ini minim pendidikan, putus sekolah, bahkan ada yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan, sehingga merekalah yang menjadi target dalam kegiatan pembelajaran ini.
Andreas juga sangat mendukung kegiatan ini, karena baru pertama kali Dharma Wanita/PIPAS mempunyai kepedulian untuk mengurangi buta aksara.
Baca juga: Lapas Lembata Optimis Raih Predikat WBK Tahun 2022
Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita/PIPAS, Ibu Yulianti Loe yang menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh anggota Bidang Pendidikan Dharma Wanita Lapas Lembata yang sangat mendukung kegiatan bidang Pendidikan ini.
Rencananya, kegiatan belajar dan mengajar ini akan berjalan rutin sebanyak 2 kali dalam sebulan pada minggu ke empat. Ke depannya berdasarkan evaluasi bisa ditambahkan jadwalnya menyesuaikan dengan program dari Lapas juga.
Baca juga: Pertama di NTT, Kadiv Pemasyarakatan Puji Inovasi Lapas Lembata Bagi Kemandirian Warga Binaan
Harapannya, WBP yang mengikuti program ini bisa kembali ke tengah masyarakat atau keluarga dengan membawa hal positif selama menjalani pembinaan di Lapas salah satunya mereka bisa mengenal huruf, membaca dan menulis. (*)