Kamis, 28 Mei 2026

Berita Ngada

Johanes Mopa Dapat Anugerah dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Indonesia

sertifikat karena tarian Ja'i yang merupakan tarian tradisional ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbudristek.

Tayang:
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Ngada, Andreas Paru memasang pin emas kepada Johanes Mopa di Aula Setda Ngada, Kamis 20 Januari 2022.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Johanes Mopa, satu-satunya putra Ngada yang mendapat anugerah kebudayaan kategori pelestari dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Johanes mendapatkan anugerah tersebut karena berkontribusi besar dalam melestarikan kebudayaan Kabupaten Ngada.

Atas anugerah tersebut, Johanes Mopa berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp50 juta dari Kemendikbud.

Baca juga: 2.583 Tenaga Kontrak di Ngada Diisukan akan Diberhentikan, Begini Penjelasan Bupati Andreas Paru

Penyerahan anugerah tersebut dilaksanakan di Aula Setda Ngada, Kamis 20 Januari 2022, olah Bupati Ngada Andreas Paru dan Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Judi Wahyudin.

Dalam sambutannya, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kemendikbud RI Judi Wahyudin mengatakan, kegiatan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu. Sampai saat ini ada 948 orang yang sudah ditetapkan untuk menerima anugerah untuk beberapa kategori.

Dijelaskan Judi, untuk tahun 2021, pihaknya menerima 669 usulan dari pemerintah daerah. Dari 669 usulan tersebut, dewan juri yang dibentuk oleh Mendikbud memutuskan dan menetapkan sebanyak 22 orang penerima anugerah.

Baca juga: Bupati Ngada Andreas Paru Lantik 15 Pejabat Eselon II dan Dua Pejabat Administrator

"Salah satu yang ditetapkan Mendikbud untuk menerima anugerah ini adalah Pak Johanes Mopa. Jadi ini luar biasa karena ini se-indonesia, Kabupaten Ngada mendapat anugerah ini. Tentu ini prestasi juga buat Pak Bupati dan masyarakat di Kabupaten Ngada," ujarnya.

Judi menjelaskan, anugerah tersebut merupakan wujud dari kepedulian pemerintah untuk bisa memberikan semangat kepada masyarakat yang peduli terhadap kebudayaan di Indonesia.

"Mudah-mudahan bisa menjadi spirit penyemangat, menjadi suri tauladan untuk generasi muda untuk para pelaku atau lembaga sehingga kita sama-sama bisa memajukan kebudayaan khususnya kebudayaan di Kabupaten Ngada dan kebudayaan Indonesia pada umumnya," ungkapnya.

Baca juga: Polres Ngada Apel Gabungan Bersama Kodim 1625/Ngada dan Instansi Terkait

Sementara itu, Bupati Ngada Paru Andreas mengaku, beberapa bulan yang lalu, pemerintah Kabupaten Ngada juga mendapatkan sertifikat karena tarian Ja'i yang merupakan tarian tradisional ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbudristek.

"Kami sendirian hadir menerima sertifikat tersebut dan pada hari ini terjadi lagi di Kabupaten Ngada penyerahan anugerah kebudayaan Indonesia oleh Bapak Yan Mopa. Kita memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Yan," ungkapnya. 

Menurutnya, anugerah tersebut merupakan suatu penghormatan yang luar biasa karena mengangkat  nama Kabupaten Ngada di kancah nasional dengan melestarikan kebudayaan daerah ini.

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Ngada Tatap Muka Bersama Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Kades dan Lurah

"Ketika mendapat laporan dari Kadis PPO saya agak terkejut, ternyata ini memang sudah proses yang cukup lama dan akhirnya Pak Yan menerima anugerah ini," ungkapnya.

Atas anugerah tersebut, Bupati Andreas mengatakan, pemerintah Kabupaten Ngada menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Yan bersama keluarga, ibu dan, anak-anak yang tentunya telah memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap pelestarian kebudayaan Ngada.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved