Berita Sumba Timur
Bupati Sumba Timur Soal Investasi Proyek PLTS : Kalau Dampak Lebih Besar Dari Resiko Kita Terima
Semua ada prosedur, mekanisme, dan syaratnya. Ada aturannya dan kewenangan pada kita
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap potensi investasi di wilayah tersebut.
Namun demikian, menurut Bupati Praing, pemerintah daerah tentu mempertimbangkan asas manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Hal tersebut dikatakan Bupati Praing saat ditanya soal investasi terkait Mega Proyek Pebangkit Listrik Tenaga Surya di Pulau Sumba yang rencananya akan dikembangkan oleh investor asal China.
Baca juga: Tiba di Waingapu, Danrem 161 Wirasakti Kupang Dijemput Bupati dan Forkopimda Sumba Timur
Mantan birokrat itu menyebut, secara prinsip, pemerintah daerah berterima kasih kepada para investor yang tertarik untuk berinvestasi di wilayah itu.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa investasi harus dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.
"Tentu yang pertama Kita harus akui harus ada nilai tambah apa yang didapat masyarakat kita, terutama dampak dari investasi. Kalau dampak lebih besar dari resiko, ya kita terima," ujar Bupati Praing kepada POS-KUPANG.COM, Rabu, 19 Januari 2022.
Baca juga: Begini Cara Polres Sumba Timur Gelar Vaksin Anak Usia 6 Sampai 11 Tahun
Alumni APDN Kupang tahun 1989 itu mengisyaratkan bahwa investasi harus sejalan dengan aturan dan regulasi yang berlaku.
"Semua ada prosedur, mekanisme, dan syaratnya. Ada aturannya dan kewenangan pada kita," tambah dia.
Sementara itu, Bupati Praing juga mengaku belum mendapat informasi resmi terkait rencana investasi mega proyek PLTS di wilayahnya.
Baca juga: Begini Cara Polres Sumba Timur Gelar Vaksin Anak Usia 6 Sampai 11 Tahun
"Belum, kita belum tau. Tunggu surat," ujar Magister jebolan Universitas Padjajaran Bandung tahun 1999 itu.
Saat ini, kata dia, Kabupaten Sumba Timur memiliki pembangkit listrik tenaga surya dalam skala kecil. "Sudah, yang kecil kecil sudah ada, tapi dalam skala besar belum ada," tambah Bupati Praing.
Sebelumnya, PT Surya Energi Indotama (SEI), salah satu anak perusahaan PT Len Industri, telah menyelesaikan proyek pengembangan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Listrik) dengan total 492 kWp di Sumba Timur.
Baca juga: Pemda Manggarai Barat Serius Tangani Sampah di Labuan Bajo
PLTS melistriki 909 rumah di area-area terpencil di lintasan sepanjang 48 Km menggunakan tiang-tiang yang dapat membangkitkan listrik menggunakan panel surya yang dipasang di atasnya.
Terdapat 11 sistem yang dibangun di lima desa, yaitu Tawui, Lailunggi, Praimadita, Tandula Jangga, dan Praiwitu. (*)