Berita Pemprov NTT
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Akan Bangun PLTS di Pulau Sumba
panel surya yang akan menyerap sinar matahari dengan menggunakan battery storage, berikut dengan kabel transmisi bawah laut
Menurut Gubernur Viktor, pengembangan sumber energi baru terbarukan untuk pembangkit listrik merupakan suatu keharusan. Karena dunia sedang bergerak ke arah itu. Masyarakat internasional sudah mulai meninggalkan sumber energi listrik yang bersumber dari fosil. Suka atau tidak, Indonesia, dan NTT khususnya mesti terlibat di dalamnya.
“Kita sedang merancang pengembangan PLTS di Sumba dengan daya 2 Gigawat (GW). Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian dan pihak-pihak terkait agar proyek monumental ini bisa dijalankan. Saya juga akan berkomunikasi dengan Bapak Presiden tentang proyek ini. Kalau (proyek) ini bisa dilaksanakan, maka ini merupakan PLTS terbesar kedua di dunia setelah China yang telah mengembangkan PLTS 2 Gigawat lebih,” jelas Gubernur Viktor.
Lebih lanjut mantan ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu menjelaskan proyek ini rencananya akan menggunakan skema Bussines to Bussines (B to B). Karenanya, tidak akan menggunakan APBN, namun memberikan manfaat yang besar untuk negara.
Ia menerangkan, sudah banyak investor dari luar dan dalam negeri tertarik dengan investasi pengembangan PLTS Sumba ini. Proyek itu, menurutnya, sangat besar serta sumber energinya bisa diekspor ke luar negeri, sehingga di butuhkan keterlibatan banyak investor dan jika memungkinan dibentuk konsorsium.
"Sudah ada investor dari China, Italia dan Singapura yang merasa tertarik untuk menggarap mega proyek ini. Begitu pun dengan investor dalam negeri dan investor lokal. Karena itu kita minta dukungan Pemerintah Pusat agar proyek ini bisa berjalan,” kata Viktor.
Ia berpendapat, proyek ini akan punya dampak ekonomi yang sangat luar biasa (multiplier effect) bagi provinsi NTT. Sebab, tidak hanya berkaitan dengan masalah listrik, tapi juga industri, perdagangan, kesehatan, peternakan, pertanian, akomodasi, pendidikan dan aspek lainnya.
Viktor optimis jika telah memiliki energi murah, maka apapun bisa dibuat. Ia mengatakan telah berbicara dengan para Bupati, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Sumba agar mendukung terlaksananya mega proyek energi baru terbarukan ini.
Ia meyakini proyek itu memberi manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Viktor berjanji selalu mengedepankan research atau penelitian dalam pengembangan PLTS ini.
"Kita harus bisa meninggalkan legacy untuk generasi berikutnya dengan kehadiran proyek ini. Lahan untuk pengembangan proyek ini sekitar 100 ribu hektar, tidak ada masalah untuk pulau Sumba,” jelas Viktor lagi.
Sementara itu, Eddie Widione selaku salah satu Dewan Direksi Suryagen menjelaskan Suryagen Group melalui anak perusahaannya telah melakukan beberapa tahapan di lapangan terkait pengembangan PLTS di Manggarai Barat sebesar 30 MW dan Sumba sebesar 2 GW.
Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten dan mendapat respons positif.
“Kami meminta dukungan Pak Gubernur untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan PLTS ini. Terutama dalam meyakinkan Pihak PLN agar bisa memberikan ruang bagi pemanfaatan energi baru terbarukan untuk memasok kebutuhan listrik di Nusa Tenggara. Pihaknya juga siap mendukung mega proyek PLTS 2 Gigawat di Sumba,” kata Eddie Widione.
Di kesempatan tersebut Group Suryagen meminta dukungan dari Gubernur terkait pengembangan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Manggarai Barat dan Sumba. (*)