Berita Lembata
Toilet Jorok di Lokasi Wisata Pantai Wulen Luo Lembata
saya rasa mau buang air kecil terus saya lihat ada toilet. Pada saat saya masuk saya melihat ah, toiletnya ini cuma ada kloset duduk
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Pantai Wulen Luo menjadi lokasi wisata yang cukup populer belakangan ini bagi masyarakat Kabupaten Lembata.
Selain bentangan alam yang memadukan keindahan teluk Lewoleba dengan latar belakang gunung api Ile Lewotolok, lokasi wisata ini juga menawarkan berbagai sarana seperti kolam renang apung peninggalan prestisius proyek bermasalah di Pulau Siput Awololong.
Setiap minggu ratusan warga selalu memadati lokasi wisata ini, menikmati kuliner dan berenang di kolam renang apung.
Baca juga: Kegiatan Eksplor Budaya Lembata Digelar Tahun 2022
Sayangnya, pengelolaan pantai wisata ini dipertanyakan warga lantaran beberapa fasilitas umum seperti toilet dan kebersihan pantai tidak memenuhi standar kenyamanan bagi wisatawan.
Jack Buran, warga Lewoleba, mengatakan, selain kesadaran wisatawan, Pemda Lembata selaku pengelola tempat wisata ini wajib menata dan merawat tempat wisata ini dengan baik.
Bagaimana tidak, toilet yang berada di sebelah barat lokasi wisata ini tampak tidak terurus. Tidak ada air, dan lebih memprihatinkan, di dalam toilet duduk ini terdapat kotoran manusia yang tidak disiram.
Baca juga: Stok Habis, Pemda Lembata Belum Bisa Gelar Vaksin Booster
“Ya awalnya dua hari yang lalu saya bersama teman pergi untuk rekreasi, santai-santai. Terus pada saat itu saya rasa mau buang air kecil terus saya lihat ada toilet. Pada saat saya masuk saya melihat ah, toiletnya ini cuma ada kloset duduk,” kata Jack kepada wartawan, Selasa, 18 Januari 2022.
“Lalu pada saat saya lihat, wah! ini orang buang air besar di dalam kloset itu. Kesan di dalam bau dan tidak bagus, memang karena tidak ada air,” lanjutnya.
Dia berharap pengelola memerhatikan masalah kebersihan toilet ini, apalagi setiap pengunjung yang masuk wajib membayar karcis sebesar Rp 2.000.
Baca juga: ASN yang Mencaci Bupati Lembata Resmi Minta Maaf, Begini Pernyataannya
“Ini kan fasilitas publik lalu kita masuk kita bayar karcis ya Rp 2.000 tapi itu kan orang kerja setengah mati baru dapat uang setidaknya pedulilah dengan fasilitas umum," katanya mengeluhkan.
“Toilet itu kesannya dibiarkan saja karena kotoran itu sudah agak lama karena sudah kering,” ucap Jack.
“Menurut saya setidaknya dibersihkan kalau memang air tidak ada usahakan supaya air itu ada. Kalau menurut saya salah satu poin penunjang pariwisata ya itu kebersihan toilet itu,” pungkasnya.(*)