Breaking News:

Berit Lembata

Stok Habis, Pemda Lembata Belum Bisa Gelar Vaksin Booster

masalah lain yang menyebabkan sehingga vaksin Booster belum diberikan hanya karena Dinas Kesehatan terlambat membuat permintaan

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen (kanan) dan Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali saat dijumpai di Posko Utama Kantor Bupati Lembata, Minggu 11 April 2021 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Pemerintah Kabupaten Lembata terpaksa tidak bisa memberikan vaksin jenis Booster kepada masyarakat.

Padahal, pemberian vaksin Booster untuk umum ini sudah diimbau oleh Presiden Jokowi dan wajib dilakukan serentak pada Rabu 12 Januari 2022.
  
Alasan sehingga pelayanan vaksin Booster itu belum dilakukan oleh Pemda Lembata hanya karena stok di daerah tidak ada.

Baca juga: ASN yang Mencaci Bupati Lembata Resmi Minta Maaf, Begini Pernyataannya

"Sampai dengan saat ini ketersediaan vaksin tidak tersedia, untuk Booster juga belum ada," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 12 Januari 2022.

Ia menjelaskan, saat ini Pemda Lembata masih fokus pada pemberian vaksin dosis kedua.

Setelah selesai dan dipastikan mencapai 50 persen katanya, baru akan bergeser ke lansia, anak-anak termasuk pemberian vaksin Booster.

Baca juga: Untuk Kesekian Kalinya, Warga Minta Pemda Lembata Perbaiki Jalan di Lusikawak

Selain karena tidak ada stok vaksin, kata Sekretaris Dinas Kesehatan Paulus Magun, cakupan vaksinasi tahap satu dan dua belum mencapai target nasional sehingga vaksin Booster pun belum bisa diberikan.

"Per tanggal 10 Januari 2022 tahap satu sudah 84.39 persen, tahap dua baru 34.16 persen," kata Polus Magun kepada wartawan.

Kemudian, lanjutnya, masalah lain yang menyebabkan sehingga vaksin Booster belum diberikan hanya karena Dinas Kesehatan terlambat membuat permintaan.

Apalagi, sambungnya, sudah hampir satu Minggu Lembata mengalami masalah jaringan internet yang menyebabkan petugasnya kesulitan menginput data guna mengetahui sebaran penerima vaksin.
  
"Kita punya yang ada itu hanya Astrazeneca, yang lain kita sedang buat permintaan dalam waktu dekat," jelasnya.(*)

Berita Lembata Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved