Breaking News:

Berita Sikka

BPBD Sikka Perbanyak Desa Tangguh Bencana Untuk Wujudkan 'Sikka Bersigap'

Ini tugas saya. Dalam pembentukan desa tangguh bencana ada 20 indikator yang saya terjemahkan dalam program saya

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Yohanes Baptista Laba, berupaya menambah jumlah desa atau kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Sikka. Dalam talkshow Flores Bicara yang dipandu manajer konten Aris Ninu, Yan Laba, sapaan akrabnya, menyebutkan, saat ini hanya ada 8 desa atau kelurahan tangguh bencana dari total 147 desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Sikka. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Yohanes Baptista Laba, berupaya menambah jumlah desa atau kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Sikka. Hal ini penting, salah satunya untuk mewujudkan branding 'Sikka Bersigap'.

Dalam talkshow Flores Bicara yang dipandu manajer konten Aris Ninu, Yan Laba, sapaan akrabnya, menyebutkan, saat ini hanya ada 8 desa atau kelurahan tangguh bencana dari total 147 desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Sikka. 

"Untuk mendapatkan jabatan eselon II, saya melamar dengan bawa sebuah program perubahan ke BPBD yakni Sikka Bersigap," kata Yan Laba, Jumat, 14 Januari 2022.

Baca juga: BPBD Sikka Akan Pasang Alat Deteksi Dini Bencana

"Ini tugas saya. Dalam pembentukan desa tangguh bencana ada 20 indikator yang saya terjemahkan dalam program saya. Ini yang jadi tugas berat saya untuk pembentukan desa tanggung bencana dalam program dan kegiatan saya," tambahnya.

Branding 'Sikka Bersigap', papar dia, secara harafiah menggambarkan kondisi masyarakat secara sosial, ekonomi dan kondisi geografis yang ada di wilayah Kabupaten Sikka. 

Risiko bencana di Kabupaten Sikka cukup tinggi. Tercatat ada 10 jenis risiko bencana di Kabupaten Sikka di antaranya tanah longsor, abrasi, tsunami dan gunung api. 

Baca juga: Begini Proses Penyulingan Moke di Kabupaten Sikka 

Branding 'Bersigap' sendiri berarti Ber (bersatu), Si (Sigap) dan Gap (Tanggap). Kata ini bermakna paradigma baru dalam menangani bencana yakni urusan penanganan bencana harus melibatkan semua stakeholder dan masyarakat.

Bukan hanya pemerintah. Jadi dia mengajak semua komponen segera bersatu mengurangi risiko bencana.

"Kata Siaga, saya tekankan kepada lembaga BPBD jadi kita BPBD harus siaga dan juga siaga dalam hal semua aturan yang mendukung bagaimana kebencanaan kita bisa tanggulangi. Lalu, tanggap, bagaimana BPBD melaksanakan fungsi komando, koordinasi dan pelaksanaan," paparnya. (*)

Berita Sikka Terkini
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved