Breaking News:

Berita Sikka

Begini Proses Penyulingan Moke di Kabupaten Sikka 

Satu wadah drum 20 liter atau 9 jeriken moke putih yang disuling bisa menghasilkan moke sebanyak 52 botol.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Antonius Nian Moron 

Begini Proses Penyulingan Moke di Kabupaten Sikka 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Moke merupakan minuman tradisional dari pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terbuat dari hasil iris buah dan bunga pohon lontar ataupun enau.

Di Pulau Flores, moke adalah minuman khas dan simbol adat, persatuan dalam kehidupan sosial.

Minuman tradisi masyarakat Flores ini pun diproses secara tradisional. Proses itu diwariskan secara turun temurun dan ada sampai sekarang.

Baca juga: Gramedia Maumere Jalin Kerjasama dengan Kopdit Pintu Air Sikka

Seperti yang dilakoni Antonius Nian Moron di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka saat ditemui Tim POS KUPANG.COM, Kamis, 13 Januari 2022 siang.

Setiap pagi pria berusia 43 tahun ini mengiris mayang atau buah lontar untuk menghasilkan nira atau moke putih. Moke putih adalah hasil urisan mayang dari pohon Lontar.

Kemudian, nira atau moke putih itulah yang oleh Anton dimasak di dalam wadah sebuah drum di atas sebuah tungku api.

Baca juga: Kiat Bupati Robby Idong Genjot PAD Sikka

Tungku dan wadah drum itu sudah dirangkai dengan peralatan tradisional bambu dan kayu. Moke putih yang dimasak akan menguap melalui bambu yang sudah dirangkai sedemikian rupa.

Dalam rangkaian bambu itulah terjadi proses penguapan. Moke putih yang dimasak itu menguap menjadi tetesan air pada ujung bambu.

Tetesan air itu ditampung dengan wadah yang sudah disiapkan. Hasil tampungan tetesan air inilah yang disebut moke, berwarna putih bening.

Baca juga: Gelora Samador Maumere Tempat Bersejarah, Pemkab Sikka Beberkan Alasan Tata Gelora

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved