Breaking News:

Berita Malaka

Bupati Malaka : Jembatan Benenai Diberi Nama Jembatan Merah Putih Benenai

sesuai laporan yang saya terima sejak dini hari tadi, jalan di sisi Timur tergerus air akibat kiriman dari daerah hulu sungai

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG.
Jembatan utama Benenai di Malaka dicat dengan warna Merah Putih itu tengah dalam proses penyelesaian pada diterjang badai Seroja April 2022 lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN - Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak., SH., MH menginginkan agar jembatan utama Benenai yang masih dalam proses pengerjaan diberikan nama khusus.

Bupati Malaka menyarankan agar nama jembatan tersebut dirubah menjadi Jembatan  Merah-Putih Benenai. Alasan pemberian  nama Merah-Putih  itu sebagai  cerminan dari rasa Nasionalisme.

Bupati Malaka, Simon Nahak kepada Pos-Kupang di Betun, Ibu kota Kabupaten Malaka, Rabu 12 Januari 2022.

Baca juga: Polres Malaka Gelar Operasi Bukti Vaksin, Ini Tujuannya

Dikatakan Simon, sebagai warga di perbatasan Negara dengan Timor Leste, harus menjunjung tinggi rasa Nasionalisme terhadap NKRI.

Semua warga harus merasa memiliki dan menjaga bangsa ini dengan baik apalagi Malaka menjadi beranda depan Indonesia dengan negara tetangga.

Untuk itu, katanya, pemberian nama atas sebuah karya besar menunjukkan rasa nasionalisme yang kuat bagi bangsa ini. 

Baca juga: Bupati Malaka Minta Buka Jalur Baru Aliran Banjir di DAS Benenai

"Makanya saya usulkan kalau boleh nama jembatan itu menjadi Jembatan Merah Putih Benenai. Apalagi  jembatan Benenai diperbaiki dengan sumber dana anggaran dari APBN. 
Kita harus hargai penggunaan dana dari pusat Pemerintahan RI itu,"  harap Bupati Simon..

Untuk diketahui, pada Senin 3 Januari 2022 lalu, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH setelah menerima laporan tentang kondisi jembatan alternatif yang terancam roboh, langsung turun ke lokasi.

Dikatakan Simon, banjir kiriman dari daerah hulu Sungai Benenai  akibat curah hujan dengan volume yang cukup tinggi. 

Baca juga: Bupati Malaka: Media Alat Kontrol Efektif bagi Pemerintah

Akibatnya jembatan alternatif Benenai di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman mengalami kemiringan yang cukup tajam dan roboh.

Dampaknya,  jalur jembatan alternatif ini hanya bisa dilewati manusia, kendaraan roda dua dan sejenisnya. Sementara kendaraan roda empat harus parkir di bibir sungai sambil menunggu waktu, kapan bisa melintas.
.
"Saya datang untuk melihat dari dekat kondisi jalan dan jembatan alternatif. Karena sesuai laporan yang saya terima sejak dini hari tadi, jalan di sisi Timur tergerus air akibat kiriman dari daerah hulu sungai," kata Bupati Simon.

Baca juga: Bupati Malaka: Media Alat Kontrol Efektif bagi Pemerintah

Dirinya bahkan melewati area gerusan air dan berdiri di pinggir jembatan alternatif untuk memastikan keadaan tersebut.

"Saya datang untuk memastikan apa yang telah terjadi sehingga bisa dicarikan solusi atau jalan keluarnya, sehingga tidak berlama-lama kenyataan yang dihadapi masyarakat," ujarnya.(*)

Berita Malaka Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved