Berita Malaka
Bupati Malaka Ganti Nama Jembatan Benenai
Sesuai laporan yang saya terima sejak dini hari tadi, jalan di sisi Timur tergerus air akibat kiriman dari daerah hulu sungai
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN - Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak., SH., MH menginginkan agar jembatan utama Benenai yang masih dalam proses pengerjaan diberikan nama khusus.
Bupati Malaka menyarankan agar nama jembatan tersebut dirubah menjadi Jembatan Merah-Putih Benenai. Alasan pemberian nama Merah-Putih itu sebagai cerminan dari rasa Nasionalisme.
Bupati Malaka, Simon Nahak kepada Pos-Kupang di Betun, Ibu kota Kabupaten Malaka, Rabu 12 Januari 2022.
Baca juga: Polres Malaka Gelar Operasi Bukti Vaksin, Ini Tujuannya
Dikatakan Simon, sebagai warga di perbatasan Negara dengan Timor Leste, harus menjunjung tinggi rasa Nasionalisme terhadap NKRI.
Semua warga harus merasa memiliki dan menjaga bangsa ini dengan baik apalagi Malaka menjadi beranda depan Indonesia dengan negara tetangga.
Untuk itu, katanya, pemberian nama atas sebuah karya besar menunjukkan rasa nasionalisme yang kuat bagi bangsa ini.
Baca juga: Bupati Malaka Minta Buka Jalur Baru Aliran Banjir di DAS Benenai
"Makanya saya usulkan kalau boleh nama jembatan itu menjadi Jembatan Merah Putih Benenai. Apalagi jembatan Benenai diperbaiki dengan sumber dana anggaran dari APBN.
Kita harus hargai penggunaan dana dari pusat Pemerintahan RI itu," harap Bupati Simon..
Untuk diketahui, pada Senin 3 Januari 2022 lalu, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH setelah menerima laporan tentang kondisi jembatan alternatif yang terancam roboh, langsung turun ke lokasi.
Dikatakan Simon, banjir kiriman dari daerah hulu Sungai Benenai akibat curah hujan dengan volume yang cukup tinggi.
Baca juga: Bupati Malaka: Media Alat Kontrol Efektif bagi Pemerintah
Akibatnya jembatan alternatif Benenai di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman mengalami kemiringan yang cukup tajam dan roboh.
Dampaknya, jalur jembatan alternatif ini hanya bisa dilewati manusia, kendaraan roda dua dan sejenisnya. Sementara kendaraan roda empat harus parkir di bibir sungai sambil menunggu waktu, kapan bisa melintas.
.
"Saya datang untuk melihat dari dekat kondisi jalan dan jembatan alternatif. Karena sesuai laporan yang saya terima sejak dini hari tadi, jalan di sisi Timur tergerus air akibat kiriman dari daerah hulu sungai," kata Bupati Simon.
Baca juga: Bupati Malaka: Media Alat Kontrol Efektif bagi Pemerintah
Dirinya bahkan melewati area gerusan air dan berdiri di pinggir jembatan alternatif untuk memastikan keadaan tersebut.
"Saya datang untuk memastikan apa yang telah terjadi sehingga bisa dicarikan solusi atau jalan keluarnya, sehingga tidak berlama-lama kenyataan yang dihadapi masyarakat," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jembatan-utama-benenai-dicat-warna-merah-putih.jpg)