Berita Malaka
Bupati Malaka Minta Buka Jalur Baru Aliran Banjir di DAS Benenai
Saya sampaikan ke pihak PT WIKA untuk segera buka jalur aliran air agar bisa terbagi
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN - Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH tidak tinggal diam pasca robohnya jembatan alternatif pasca dihantam banjir kiriman dari daerah Hulu seperti Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS) dan Belu.
Bupati Simon turun ke lokasi melihat kondisi jembatan alternatif dan meminta pihak kontraktor yang mengerjakan jembatan utama Benenai untuk bisa membuka jalur baru aliran air di DAS Benenai.
Langkah ini dilakukan agar aliran banjir tidak menumpuk pada satu jalur karena bisa berdampak serius pada penahan jembatan alternatif yang terbuat dari bronjong.
Bupati Malaka, Simon Nahak kepada Pos-Kupang di Betun, Jumat 7 Januari 2022 menuturkan, aliran banjir di DAS Benenai memang sangat besar. Akibatnya penahan jembatan alternatif yang terbuat dari bronjong miring dan roboh.
Baca juga: Bupati Malaka Ingatkan 63 Penjabat Kades Terkait Pengelolaan Dana Desa
"Saya tidak bisa biarkan kondisi ini berlarut-larut. Saya sampaikan ke pihak PT WIKA untuk segera buka jalur aliran air agar bisa terbagi. Kalau cuma satu jalur saja tetap roboh jembatan alternatifnya," jelas Simon.
Bupati Simon kemudian memerintahkan pihak Dinas PUPR Malaka untuk turunkan alat berat untuk membuka jalur baru sehingga aliran air terbagi.
"Sekarang ini sudah dibuka jalur aliran air sehingga posisi air terbagi dan tidak menumpuk di titik jembatan alternatif. Sambil menunggu air surut barulah pihak proyek akan bangun lagi jembatan alternatif sambil menunggu penyelesaian proyek jembatan utama Benenai," kata Simon.
Pantauan Pos-Kupang pada Sabtu 8 Januari 2022 Pukul 15.30 Wita, genangan air sudah mulai turun. Jembatan alternatif sudah tidak bisa digunakan lagi sehingga warga memanfaatkan jalur jalan altenatif yang dibuka pihak proyek.
Baca juga: Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Malaka Wajib Pakai Kain Tenun
Jalur yang dibuka berupa penumpukkan material pada sisi kanan dari arah barat untuk digunakan warga melintas menaiki jembatan utama untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 50 meter.
Pihak proyek PT WIKA juga saat ini terus bekerja untuk menuntaskan jembatan utama sehingga ditargetkan pada pertengahan Januari 2022 sudah selesai dan diharapkan bisa segera digunakan warga seperti sediakala.
Sebelumnya, Eko, perwakilan manajemen PT Wika di hadapan Bupati Malaka mengatakan proses pekerjaan jembatan permanen sudah pada taraf pencoran bagian atas sambil memasang lagi rangka jembatan bagian tengah yang patah beberapa waktu lalu.
"Diperkirakan pekan depan sudah diselesaikan pemasangan bagian yang patah. Kami akan bekerja semaksimal mungkin sehingga dalam waktu dekat, jembatan utama (bercat Merah-Putih) sudah bisa dipergunakan lagi," kata Eko.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jembatan-alternatif-benenai-di-desa-haitimuk.jpg)