Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak

Terima Laporan Kasus Astri-Lael, Begini Respon Komnas Perempuan

Deasy Ballo Foeh bertemu langsung komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Jakarta.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO-DEASY BALLO FOEH
Perwakilan Aliansi Peduli Kemanusiaan dan Jaringan Perempuan Anti Kekerasan NTT, Deasy Ballo Foeh menyerahkan dokumen kasus Astri Manafe dan Lael Maaccabbe kepada Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Jakarta.Senin 10 Januari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Aliansi Peduli Kemanusiaan dan Jaringan Perempuan Anti Kekerasan Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan kasus pembunuhan ibu dan anak, Astri Manafe (30) dan Lael Maaccabbe (1) kepada Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Jakarta.

Laporan disertai dokumen tertulis disampaikan perwakilan Aliansi Peduli Kemanusiaan serta Jaringan Perempuan Anti Kekerasan NTT, Deasy Ballo Foeh, Senin 10 Januari 2022.

"Aliansi terdiri dari berbagai organisasi. Kemarin (Senin, 10 Januari 2022) saya menyampaikannya secara lisan dan menyerahkan dokumen tertulis dua organisasi di atas itu," jelas Deasy Ballo Foeh ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM via telepon, Selasa 11 Januari 2022.

Baca juga: Randi Badjideh dan Istri Diperiksa Pakai Alat Deteksi Kebohongan

Deasy Ballo Foeh bertemu langsung komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Jakarta. Mereka menerima secara baik laporan dan pengaduan baik yang disampaikan secara lisan dan tertulis.

Menurut Deasy Ballo Foeh, dalam pertemuan yang berlangsung selama 2 jam itu, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan berjanji untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang ini menambahkan, saat mendatangi Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, ia difasilitasi oleh senior-senior GMKI yang tergabung dalam Parkindo (Partisipasi Kristen Indonesia). Parkindo bukan partai politik.

Baca juga: Usung Dua Peti Mayat ke DPRD NTT, Aliansi Tuntut Keadilan Bagi Astri Lael

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, Aliansi Peduli Kemanusian berharap komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan bisa turun langsung ke Kota Kupang untuk menyikapi kasus ini.

"Komisioner akan turun ke Kupang. Cuma waktunya belum bisa dipastikan karena mereka masih bahas dulu waktunya. Karena Komisioner juga menangani banyak laporan dari seluruh Indonesia. Tapi dalam dua pekan kedepan sudah bisa kita dapat jawaban karena senior-senior GMKI di Jakarta siap mengawal ini," jelas Deasy Ballo Foeh.

Ia mengucapkan terima kasih buat Aliansi Peduli Kemanusiaan pimpinan Christo MT Kolimo dan Jaringan Perempuan Anti Kekerasan NTT pimpinan Pdt Emy Sahertian.

Baca juga: Temui Kapolda Irjen Setyo, Pimpinan DPRD NTT Minta Usut Tuntas Kasus Astri Lael

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Aliansi Bakar Peti Jenazah di Depan Mapolda NTT

"Saya ucapkan terima kasih untuk kakak Christo Kolimo, mama Pendeta Emmy Sahertian dan semua teman-teman Aliansi untuk perjuangan yang tak pernah lelah ini," ucapnya.

Deasy Ballo Foeh juga menyampaikan terima kasih kepada Chiko Jacob yang telah menjadi penghubung senior-senior GMKI di Jakarta yang bergabung dalam Parkindo, yang telah memfasilitasi pertemuan bersama komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved