Berita Belu

Pencapaian Vaksin Lansia di Kabupaten Belu Sudah 50,3 Persen

Sesuai data Satgas Penanganan Covid-19, sampai dengan keadaan, Sabtu 8 Januari 2022, pencapaian vaksin dosis satu bagi Lansia

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Sesuai data Satgas Penanganan Covid-19, sampai dengan keadaan, Sabtu 8 Januari 2022, pencapaian vaksin dosis satu bagi Lansia mencapai 50,3 persen atau bertambah 1 persen dalam kurun waktu lima hari.

Lima hari lalu, tepatnya Senin 3 Januari 2022, realisasi vaksin Lansia untuk dosis satu sebesar 49, 3 persen dan kini pencapaiannya sudah 50,3 persen. 

Pemerintah benar-benar berkomitmen mengejar pencapaian vaksinasi Lansia hingga 60 persen, minimal untuk dosis satu. Dengan demikian, vaksinasi bagi anak 6-11 tahun bisa dilaksanakan. 

Baca juga: Merasa Haram Kalah di Kandang, Coach Teco Segera Evaluasi Pemain Bali United dari Brasil

Komitmen pemerintah terlihat dari data perkembangan vaksin baik secara umum, maupun khusus kategori lansia. Vaksinasi kategori Lansia memang perlu digenjot karena realisasinya masih rendah dibandingkan kategori yang lain seperti kategori masyarakat yang sudah mencapai 64,3 persen dosis satu. 

Selain itu, pencapaian vaksinasi Lansia menjadi prasyarat bagi pemerintah untuk melakukan vaksin anak 6-11 tahun. 

Sesuai data, realisasi vaksin dosis satu untuk seluruh kategori mencapai 74,5 persen, dosis dua 50,5 persen. Berdasarkan kategori, tenaga kesehatan 127 persen, pelayan publik 133 persen, Lansia 50,3 persen, masyarakat 64,3 persen dan remaja 91 persen. 

Baca juga: Pria Ini Habisi Nyawa Istri saat Tidur Lelap, Keluarga Korban Curhat Pilu, Polisi Ungkap Motif

Selain update data vaksin, Satgas COVID-19 Kabupaten Belu juga melaporkan perkembangan kasus COVID-19. Sampai dengan saat ini, jumlah kasus aktif dua, pasien dirawat satu orang. Karantina terpusat nihil dan isolasi mandiri satu orang. 

Untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Belu, daerah perbatasan RI-RDTL, pemerintah tetap memberlakukan pembatasan-pembatasan dalam seluruh kegiatan baik yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat, termasuk lembaga agama. 

Pemerintah juga terus melakukan evaluasi perkembangan kasus COVID-19 serta upaya-upaya pengendalian sehingga kasus COVID-19 tidak melonjak signifikan. 

Baca juga: Saat Rumah Terbakar, Ferdinandus Hardi Bersama Anggota Keluarga Sedang Tidur Lelap

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD-KGEH, FINASIM saat rapat evaluasi, Kamis 6 Januari 2022 mengatakan, sejauh ini kasus penyebaran COVID-19 berhasil dikendalikan. Buktinya kasus aktif sudah menurun sampai dua kasus bahkan satu kasus. 

Meski demikian, Bupati Agus Taolin terus menghimbau kepada masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan dan mengikuti vaksin.

Kata dokter spesialis penyakit dalam ini, cara terbaik mencegah covid-19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi. (*)

Baca Berita Belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved