Berita Sumba Timur
Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Sembako Sumba Timur Aman, Harga Relatif Masih Stabil
Menjelang Natal dan Tahun Baru, Stok Sembako Sumba Timur Aman, Harga Relatif Masih Stabil
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Menjelang hari raya Natal 25 Desember 2021 dan Tahun Baru 1 Januari 2022, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sumba Timur dipastikan aman. Bahkan warga diminta untuk tidak khawatir terkait ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) selama pekan hari raya hingga pasca hari raya.
Kepala Cabang Bulog Sumba Timur, Budiwan Susanto menyebut, ketersediaan sembako mencukupi selama pekan hari raya Natal dan pekan pergantian tahun.
"Kalau stok sekarang kita ada aman. Untuk persiapan Natal dan Tahun Baru ini kita masih mencukupi," terang Budiwan Susanto kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 21 Desember 2021.
Budiwan menyebut, persediaan beras medium Bulog sebanyak 1.000 ton. Persediaan tersebut diperkirakan akan bertahan hingga lima bulan kedepan. Sementara itu, persediaan tepung terigu sebanyak 1,2 ton, gula pasir sebanyak 2 ton dan minyak goreng sebanyak 1.500 liter.
Untuk tepung terigu, diperkirakan Budiwan, akan bertahan hingga tiga bulan kedepan. Kebutuhan tepung terigu meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, terkait ketersediaan gula pasir, Budiwan menyebut terdapat cadangan gula pasir milik Bulog. Jika ketersediaan gula pasir di Sumba Timur berkurang hingga setengah pasokan maka pihaknya akan menyediakan gula pasir dari Bulog Sumba Barat.
Harga Sembako Cenderung Stabil
Budiwan mengaku, harga sembako di Sumba Timur masih cenderung stabil menjelang Hari Raya. "Harga harga cenderung stabil, tidak ada peningkatan selama menjelang Natal," ujar Budiwan.
Ia menjelaskan, harga tertinggi yang dipatok Bulog yakni untuk beras medium sebesar Rp. 9.950 per kilogram sementara, gula pasir sebesar Rp 12.500 per kilogram.
Budiwan mengaku saat ini pihaknya belum melakukan operasi pasar karena stabilnya harga serta ketersediaan bahan pokok. Selain itu, berkenaan dengan situasi pandemi maka pasar murah belum diadakan. (*)
Baca Berita Sumba Timur Lainnya