KKB Papua

Anggota KKB Papua di Yapen Menyerahkan Diri, Mengaku Menyesal karena Salah Jalan

Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua wilayah Yapen menyerah dan memiliki kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Editor: Gordy Donofan
dok.Penerangan Kogabwihan III
Foto 5 anggota KKB Papua menyerahkan diri di Distrik Bruwa, pada Rabu (22/7/2020). KKB Papua di Yapen Akui Salah Jalan dan Kembali ke NKRI. 

POS-KUPANG.COM – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih ada hingga saat ini.

Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua wilayah Yapen menyerah dan memiliki kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kelompok KKB Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo menyerahkan diri ke Polres Yapen.

Penyerahan tersebut disaksikan oleh Asisen II Bupati Kepulauan Yapen, Edy Mudumi, serta para kepala kampung setempat.Mereka mengakui bahwa mereka telah salah jalan dan ingin kembali ke NKRI.

Baca juga: 21 Anggota KKB Papua di Ambaidiru Papua Menyerah dan Kembali ke NKRI

Kepala Satgas Humas Ops Nemangkawi, Komisaris Besar Polisi Ahmad M Kamal, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan, penyerahan diri kepada petugas negara anggota kelompok bersenjata Ambaidiru di Distrik Kosiwo itu agar dapat menular kepada yang lain sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Yapen lebih kondusif.

"Kondisi kondusif, sehingga kita bisa konsentrasi membangun daerah dengan meningkatkan SDM maupun sarana-prasarana untuk mendukung kehidupan masyarakat untuk menciptakan kemakmuran," jelasnya dikutip Tribun-Bali.com dari ANTARA pada Senin, 20 Desember 2021.

Prosesi penyerahan diri kelompok bersenjata yang juga sering disebut KKB itu terjadi di lapangan Markas Polres Yapen, Sabtu, 18 Desember 2021.

Prosesi penyerahan tersebut pun turut disaksikan Kepala Kesbangpol Kabupaten Yapen, Sony Woria.

Salah satu anggota kelompok bersenjata Ambaidiru yang menyerahkan diri mengatakan mereka telah salah memilih jalan, sehingga memutuskan kembali ke NKRI mewujudkan persatuan Republik Indonesia.

Baca juga: Anggota KKB Papua Kembali Brutal, Bakar Sekolah, Rumah HinggaTembaki Warga, Ini Krologisnya

"Bapak kepala Polres sudah sampaikan kita tidak perlu lagi merdeka, kami semua sudah sepakat untuk mengantarkan diri ke sini dan mengaku kesalahan-kesalahan kami, oleh karena itu sekarang kami mau kembali dan bersatu bersama-sama dalam memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Komandan Kodim 1709/Yawa, Letnan Kolonel Infantri Catur P Nugroho, mengatakan, keberadaan TNI dan polisi bukan untuk menakut-nakuti masyarakat Kepulauan Yapen.

"Kami di sini bersama-sama ingin memajukan pembangunan di Kepulauan Yapen," katanya.

Kepala Polres Yapen, AKBP Ferdyan I Fahmi, mengatakan, aparat keamanan di Kepulauan Yapen mempunyai mempunyai komitmen tinggi untuk menjaga wilayah.

"Masyarakat Yapen telah kami anggap sebagai bagian dari keluarga. Kami TNI-Polri, termasuk juga pemerintah daerah tidak tinggal diam," kata dia.

Menurut dia, setelah petugas melakukan penegakan hukum di Kepulauan Yapen, TNI dan polisi berupaya melakukan itu secara persuasif dan humanis untuk memberikan pemahaman serta meyakinkan masyarakat Yapen bahwa alat negara di di Kepulauan Yapen bagian keluarga, bukan musuh.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved