Berita Ende
Ambulans Unik Mulai Beroperasi di Ende Mampu Lewati Jalan Terjal
Dua unit mobil ambulance feeder atau ambulans pengumpan berkecepatan 40 Kilometer/Jam mulai beroperasi di Kabupaten Ende
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
"Dia tidak hanya layani di dua desa, tetapi termasuk desa di sekitarnya. Contoh Kirerea, bisa layani sampai 10 desa yang berdekatan. Lalu Hangalande, bisa layani juga di Lise, Lise Lande, Tiwu Sora, itu semua," jelasnya.
Toga Simamora, mewakili Direktorat Industri Maritim Alat Transportasi dan Pertahanan (IMMATAP), Kementerian Perindustrian, menegaskan, ambulans feeder membantu sistem rujukan dari desa ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Ambulans ini sudah masuk dalam pedoman kesehatan Kementrian Kesehatan," ujar Toga.
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Flores Tinggi
Dari pihak USAAID, dr. Henyo Kerong, mengatakan, hadirnya ambulans ini, serempak pula dibentuk tim di desa untuk membangun edukasi dan sistem koordinasi yang baik.
USAAID sendiri melalaui program Momentum Country and Global Leadership, ikut berkontribusi menekan angka kematian ibu dan bayi.
Dia menyebut, angka kematian Ibu dan bayi di Flores masih tinggi. Dalam tiga tahun terakhir ini terdapat kurang lebih 150 kasus kematian. Angka ini melampaui angka secara nasional.
Dia berharap dengan kehadiran ambulance feeder dan program USAID, angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.
Aspek penting yang perlu dibenahi, bukan hanya dari sisi fasilitas kesehatan saja, tetapi juga kesadaran dan kepedulian masyarakat serta kesiapan tenaga kesehatan. (*)