Kamis, 4 Juni 2026

HUT NTT

Profil & Kiprah Para Gubernur NTT, Dari William Johanes Lalamentik Hingga Viktor Bungtilu Laiskodat

Siapa saja Gubernur yang pernah memimpin NTT hingga saat ini? Yuk kita cek bareng-bareng

Tayang:
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
kolase pos kupang/novemy leo
8 Gubernur NTT dan penjabat Gubernur NTT sejak tahun 1960 hingga 2018 

POS-KUPANG.COM- Hari ini Senin 20 Desember 2021 Provinsi Nusa Tenggara Timur atau yang biasa disingkat NTT merayakan hari ulang tahun yang ke-63.

Perjalanan yang cukup panjang tentunya diiringi dengan pergantian para pemimpin dalam hal ini Gubernur NTT.

Siapa saja Gubernur yang pernah memimpin NTT hingga saat ini?

1. William Johanes Lalamentik

Baca juga: Inilah Sepenggal Sejarah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Masyarakat NTT Wajib Tahu

William Johanes Lalamentik (2 Maret 1913 – 7 Mei 1985) adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pertama, periode 20 Desember 1958 - 12 Juli 1966.

Gubernur dengan semboyan "setiap kesulitan itu ada untuk dipecahkan" memulai kebijakan antara lain pembentukan Wilayah Kecamatan dan Gerakan Penghijauan yang dinamakan Komando Operasi Gerakan Makmur pada tanggal 20 Desember 1958.

Sebelum Provinsi NTT terbentuk, Lalamentik pernah menjabat sebagai Controleur di Larantuka (1949) pada masa Negara Indonesia Timur (NIT), dan setelah terbentuk Daerah Flores pada tahun 1950, ditugaskan sebagai Sekretaris Daerah Flores yang berkedudukan di Ende dari bulan Mei 1950 - Agustus 1951 mendampingi Bupati Kepala Daerah Flores, L. E. Monteiro.

William Johanes Lalamentik diabadikan sebagai nama jalan Protokol di Kota Kupang yaitu jalan W. J. Lalamentik.

Baca juga: Catatan Mengenang Frans Lebu Raya, NTT Pasti Bisa

2. Mayor Jenderal TNI Anumerta Elias Tari

Mayor Jenderal TNI Anumerta Elias Tari (18 April 1926 – 29 April 1978) adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 12 Juli 1966 hingga 29 April 1978. Ia menjadi Gubernur NTT menggantikan W. J. Lalamentik.

Kebijakan yang dilaksanakan adalah membentuk Desa Gaya Baru dari Kerajaan-kerajaan Tradisional.

Terkenal dengan motto: "Tanam, Tanam, sekali lagi Tanam!"

Baca juga: Pemprov NTT Minta Mantan Gubernur Frans Lebu Raya Dimakamkan di TMP Dharma Loka Kupang

Sebelumnya, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 104 Tahun 1965 Tanggal 6 Mei 1965, El Tari diangkat sebagai Wakil Gubernur NTT dan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Dr. Soemarno Sosroatmodjo, mendampingi Gubernur W. J. Lalamentik pada tanggal 18 Juli 1965.

El Tari kini dijadikan nama sebuah Bandara di Kupang, yaitu Bandar Udara Internasional El Tari.

3. Mayjen TNI (Purn) H. Wang Suwandi, SH (Penjabat)

Mayjen TNI (Purn) H. Wang Suwandi, SH (8 Desember 1929 – 26 Februari 2011) adalah tentara dan politisi berkebangsaan Indonesia.

Pernah menjabat Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah (PUOD) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dimasa Menteri Amir Machmud dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR/MPR RI Tahun 1978-1989.

"Cekatan, cepat menerjemahkan perintah atasan, sehingga selalu berhasil. Dalam melaksanakan mission pimpinan, ada unsur keberanian mengambil risiko, walaupun apa yang dilakukannya tidak disenangi orang lain," demikian komentar jubir Depdagri, Drs. Feisal Tamin, mengenai Wang, suatu ketika.

Semasa menjabat Dirjen PUOD, sempat menjadi Penjabat Gubernur Nusa TenggaraTimur, 29 April 1978 - 1 Juli 1978, guna mempersiapkan pemilihan Gubernur NTT periode berikutnya.

4. Brigjen TNI (Purn.) dr. Aloysius Benedictus Mboi, M.P.H. 

Brigjen TNI (Purn.) dr. Aloysius Benedictus Mboi, M.P.H. (22 Mei 1935 – 23 Juni 2015) adalah Gubernur NTT (Nusa Tenggara Timur) untuk periode 1978-1988.

Ia menjadi Gubernur NTT menggantikan El Tari.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengawali karier di dua bidang, bidang kesehatan dan militer yang dijalani dalam waktu yang bersamaan.

Ia tercatat pernah ikut dalam Operasi Trikora.

Ben Mboi dilahirkan pada 22 Mei 1935 di Ruteng, Flores.

Sejak kecil meskipun dari keluarga yang berada, ia sudah diajar untuk berdisiplin oleh orangtuanya, Mathias Mboi dan Yohanna.

Ia diajarkan menjual makanan dari rumah ke rumah sambil bersekolah.

Ayahnya wafat pada tahun 1949, setelah Ben Mboi menyelesaikan sekolah dasar di SD Katolik Belanda (1942-1949).

Ia melanjutkan pendidikannya ke sebuah SMP di Kupang.

Setamat dari SMP, ibunya mengirim Ben Mboi untuk bersekolah di SMA Katolik di kota Malang (Sekarang menjadi SMAK St. Albertus (Dempo) Malang.

Dari Malang, ia melanjutkan sekolah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Di UI ia sempat menjabat ketua Perhimpunan Mahasiswa Kedokteran FKUI. Enam tahun kemudian, ia dikirim ke pusat militer dan menjadi dokter militer.

Pada 1962, ia mendarat menggunakan parasut di hutan belantara Papua Selatan di bawah Komandan Benny Moerdani.

Berkat kinerja yang bagus, Letnan dokter Mboi dipromosikan menjadi Kapten.

Pada 1964, ia menikah dengan Nafsiah Mboi.

Setelah menikah dengannya, keduanya dikirim ke Ende, Flores sebagai dokter.

Nafsiah Mboi mengelola rumah sakit lokal berkapasitas 100 tempat tidur dan melayani 30 sampai 50 pasien sehari.

Ia juga mendirikan klinik-klinik desa yang dikelola oleh perawat-perawat dan bidan.

Untuk mengatasi keuangan klinik-klinik yang mereka bangun tersebut, ia memperkenalkan sistem program pra-bayar di tiap klinik dengan dukungan tahunan dalam bentuk komoditas yang sulit rusak seperti kacang dan jagung.

Cara ini kemudian menjadi asuransi kesehatan pedesaan yang mungkin pertama di Indonesia.

Pada 1978, ia dipilih menjadi Gubernur NTT menggantikan El Tari.

Beberapa program unggulannya diantaranya adalah: ONM (Operasi Nusa Makmur), Operasi Nusa Hijau (ONH) dan Operasi Nusa Sehat (ONS).

Salah satu hasil kepemimpinannya di bidang industri besar pertama di NTT adalah hadirnya PT. Semen Kupang.

5. dr. Hendrikus Fernandez

dr. Hendrikus Fernandez (7 November 1932 – 6 September 2014) adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur yang menjabat sejak 1988 hingga 1993.

Semasa menjabat sebagai Gubernur, Dokter Endi, demikian ia biasa disapa, dikenal sebagai sosok yang suka menolong dan rendah hati.

Bahkan sesaat sebelum ia meninggal, ia menitip pesan pada anak cucunya agar tetap hidup sederhana dan banyak berdoa.

Selama lima tahun memimpin NTT, Fernandez menelorkan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (Gempar) sebagai salah satu program pembangunan di daerahnya.

Salah satu programnya yaitu menanam sejuta anakan jambu mete.

Pada tanggal 6 September 2014, dia meninggal dunia di RS Kartini Kupang akibat serangan stroke yang dideritanya selama 4 tahun terakhir.

6. Mayor Jenderal TNI (Purn.) Herman Musakabe

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Herman Musakabe (lahir 18 Juli 1940) adalah seorang Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang terakhir kali berdinas militer menjabat Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.

Dalam kepemimpinannya, Gubernur Nusa Tenggara Timur kelima, Herman Musakabe di dampingi wakil gubernur yakni S. H. M. Lerick (1991–1996) dan Piet Alexander Tallo (1996–1998).

Pieter Alexander Tallo, S.H. (27 April 1942 – 25 April 2009) atau yang lebih populer dengan nama Piet Tallo adalah seorang politikus Indonesia.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Gadjah Mada pada tahun 1970, ia adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1998-2008.

Masa jabatan keduanya dimulai pada 19 Juli 2003 dan berakhir 16 Juli 2008.

Karena sakit keras sejak 2007, tugas Gubernur kadang ia serahkan kepada wakilnya, Frans Lebu Raya, yang lalu terpilih sebagai gubernur lewat pilkada pada tahun 2008.

Tallo juga menjabat sebagai Bupati Timor Tengah Selatan selama dua periode (1983–1988 & 1988–1993).

7. Drs. Frans Lebu Raya

Drs. Frans Lebu Raya (18 Mei 1960 – 19 Desember 2021) adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2018.

Ia terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur menggantikan Piet Tallo.

Sebelumnya, ia merupakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2003 hingga 2008 yang berpasangan dengan Piet Tallo (terpilih melalui sidang DPRD Nusa Tenggara Timur pada tahun 2003).

Saat menjadi gubernur NTT, Frans Lebu Raya banyak melakukan gebrakan yang Pro Rakyat, dengan Spirit "Anggur Merah" (Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera) Frans Lebu Raya meningkatkan perekonomian NTT.

Tanggal 19 Desember 2021 ia meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah Kota Denpasar, Bali setelah menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Sanglah, Denpasar sejak awal Desember 2021.

Sebelumnya beliau sempat dirawat di RS Surya Husadha Denpasar Bali.

8. Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si.

Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. (lahir 17 Februari 1965) adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2018–2023.

Viktor pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Nasdem periode 2014–2018. Ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II pada Pemilihan umum legislatif 2014 dan ditunjuk menjadi Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI. (*)

Berita Pemprov NTT

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved