Senin, 4 Mei 2026

Berita NTT

Christofel Liyanto Kandidat Kadin NTT

Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto, SE, salah satu kandidat Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Christofel berkesem

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
pos kupang/paul burin
Chris Liyanto 

Jadi kalau memang ada para ahli yang sudah menjelaskan dengan sangat jelas itu ialah Jack Ma. Jack Ma pernah bilang bahwa ketika seseorang dari lahir sampai umur 20 belajar sajalah di sekolah yang biasa-biasa sajalah. Tidak perlu menjadi ranking satu.

Tapi ingat ketika kamu umur 20 sampai ke 30 itu sangat menentukan nasib kamu ke depan. Kamu harus cari kerja pada orang yang mampu memberikan motivasi yang kuat pada anda. Itu di situ harus belajar.

Nah dari 30 ke 40 itu kamu harus betul-betul bekerja secara profesional. Usia 40 ke 50, belajar mendirikan perusahaan. 50 ke 60 besarkan perusahaan itu. Dan umur 60, kamu bisa istirahat.

Dan kebetulan, saya lihat track record saya ya hampir samalah. Interval waktunya sama.

​Ada orang yang memulai usaha terkendala pada soal modal. Mau meminjam uang juga takut. Nah, bagaimana Pak Chris melihat hal itu?

Kalau jaman dulu, mungkin itu. Kalau jaman sekarang ini bukan orang cari bank, bank yang cari orang. Saya punya bank, saya cari orang untuk mau saya pinjamkan. Yang penting memenuhi persyaratan perbankan. Karena bank itu adalah salah satu usaha yang disebut fully regulated. Penuh dengan peraturan.

Kalau kita mau beri usaha pabrik, perdagangan apa saja itu peraturannya bebas. Begitu dapat ijin dari perusahaan, itu selesai. Lebih kalau bank, ijinnya setengah mati.

Setelah mendapat ijin, pengawasannya setengah mati. Kalau perusahaan-perusahaan lain kan setelah dapat ijin kah sudah jalan saja sendiri.  Paling yang diperiksa pajak. Kalau bank, ada OJK. OJK setiap tahun periksa dua kali. Semua isi perut kita, kegiatan bisnis, laporan, biaya apapun semua diperiksa sama dia.

​Jadi tidak tabu ya, ketika seseorang memulai usaha terus meminjam uang di bank untuk modal?

Nah, cuman mau menjadi pengusaha sebetulnya modal itu urusan  ke berapa begitu, mungkin urusan ke tiga. Yang paling penting itu motivasinya.

Sebab jika ingin menjadi pengusaha, harus bisa bekerja selama 15 jam, untuk anak muda. Kalau kamu cuman bisa bekerja 4-5 jam atau 7 jam, tidak bisa menjadi pengusaha.

Kalau pun jadi, tidak bisa sukses. Kecuali kamu hanya melanjutkan usaha orang tua. Kalau orang tua sudah menyediakan modal dan semuanya, tinggal kamu jalankan saja. Ya, okelah kamu bekerja 4-5 jam atau 7-8 jam, mungkin sudah bisa.

Tapi kalau kita mau bergerak dari 0, yang masih membutuhkan modal dan sebagainya harus bekerja keras dan belajar dulu menguasai faktor-faktor produksi.

Jika ingin membangun pabrik, kita harus tahu proses produksinya, bagaimana mendapatkan bahan baku yang berkualitas, bagaimana mendapatkan bahan baku yang murah, bagaimana menjual dengan harga yang efektif, bagaimana pendistribusian dan lain sebagainya. Itu butuh pengalaman penguasaan yang matang dan mantap, baru bisa mulai start.

Sebelum ingin menjadi pengusaha, harus menjadi pekerja profesional di bidangnya. Katakanlah kalian mau buka bisnis kuliner, belajar dulu jadi juru masaknya, tahu bagaimanaa cara membeli bahan baku, dan seterusnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved