Senin, 4 Mei 2026

Berita NTT

Christofel Liyanto Kandidat Kadin NTT

Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto, SE, salah satu kandidat Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Christofel berkesem

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
pos kupang/paul burin
Chris Liyanto 

Bagaimana cerita awal memulai usaha?

Kalau dulu banyak ya saya memulainya. Berawal dari konsultan terus mencoba jadi kontraktor, jadi supplier di pemerintah, bermacam-macam bahan kimia. Jadi agen, dealer, macam-macam dagangan lainnya.

Pada suatu saat saya melihat bahwa walaupun saya sudah menjadi nasabah bank, saya punya uang, saya  selalu deposito di bank. Tetapi yang namanya pengusaha kan kadang-kadang kita butuh modal, ketika butuh modal mau pinjam di bank itu susah, dan itu terjadi pada tahun 2000-an. Jadi saya berpikir, bagaimana mungkin kita bisa berusaha. Padahal saya bilang, bank ini rugi sebetulnya karna kan kalau dia kasih pinjaman pasti untung, kalau saya nasabah yang baik.

Akhirnya saya berpikir, saya yang nasabah potensial yang bagus saja sulit mendapatkan pinjaman dari bank karena berbagai peraturan. Zaman dulu itu, kalau mau pinjam duit 500 juta musti menunggu persetujuan dari pusat. Prosesnya lama.

Itu yang membuat saya berpikir suatu saat saya harus buka bank. Sebelum saya buka bank, saya juga menemukan banyak teman-teman saya yang mau bekerja dan berusaha, serta layak usahanya tapi kesulitan karena modal. Nah itu saya join dengan mereka lalu saya bantu dengan memberi modal.

Akhirnya lama kelamaan, jaringan saya mulai luas. Ketika saya buka bank, dengan mudah bank saya bisa bertumbuh pesat.

​Sulit meminjam uang di bank, tapi mudah meminjamkan uang pribadi kepada rekan-rekannya?

Ya, saya begitu. Dan akhirnya saya bikin bank supaya bisa lebih luas usaha membantu teman-teman pengusaha.

​Nah, mungkin bisa dishare ke Tribunners ya. Awal mula menggeluti usaha itu kendalanya apa?

Ya, kita kalau mau usaha, saya rasa semua bisa. Kalau sekarang saya malah melihat masyarakat NTT ini mau usaha apa saja bisa. Peluang usaha sangat banyak. Yang paling sulit itu adalah bagaimana kita punya motivasi yang kuat.

Saya kasih contoh misalnya, kita dihadapkan pada pilihan. Kamu mau menjemput pacar atau kamu harus pergi ketemu orang untuk deal bisnis. Kalau kamu punya motivasi kuat, biar pacar marah tapi kamu pilih deal itu. Urusan pacar atau hiburan dikesampingkan dahulu, kamu fokus utamakan urusan pekerjaan.

​Saya butuh penegasan, ini motivasi yang kuat. Ini motivasi intrinsik dari dalam diri atau ekstrinsik?

Dari dalam diri. Kalau dari orang luar tidak bisa. Jadi ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk fokus pada apa yang mau kita kerjakan dengan mau mengorbankan segala-galanya.

​Bagaimana menumbuhkan motivasi diri untuk berusaha? Ini kan kayaknya susah-susah gampang ini?

Ya itu betul. Jadi memang, kalau saya sendiri dari dulu itu saya sudah punya motivasi. Tetapi ketika saya bekerja di Jakarta, saya melihat orang-orang sukses. Sangat bersyukur saya mendapat mentor-mentor yang bagus, sehingga mereka mampu memberikan inspirasi ke saya. Ketika saya ikuti, hasilnya saya peroleh.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved