Senin, 4 Mei 2026

Berita NTT

Christofel Liyanto Kandidat Kadin NTT

Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto, SE, salah satu kandidat Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Christofel berkesem

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
pos kupang/paul burin
Chris Liyanto 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto, SE, salah satu kandidat Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Christofel berkesempatan hadir dalam Ngobrol Asyik Pos Kupang, Sabtu 18 Desember 2021, pagi yang dipandu oleh Jurnalis Pos Kupang, Alfons Nedabang.

Sebelum ke Kantor Pos Kupang, Christofel rupanya sempat mampir ke Puskesmas Oepoi, untuk memberikan bantuan kepada 25 anak gizi buruk.

Kehadiran Christofel di Puskesmas Oepoi, membawa nama Inti (Indonesia Thionghoa), sebuah organisasi sosial etnis Thionghoa yang memberi perhatian kepada orang - orang yang kurang mampu.

"Ini luar biasanya ya Tribuners pagi - pagi sudah membantu orang yang berkekurangan," kata Alfons Nedabang.

Menariknya, cucu Christofel, Bobby Lianto, juga kandidat Ketua Umum Kadin NTT.

Bagaimana ini pa Christofel dan Bobby Lianto sama - sama mau fight perebutan Kadin?

Sebenarnya saya tidak mau fight yah, karena apa namanya, Kadin ini salah satu, organisasi para pengusaha, jadi, di dunia usaha ada dua organisasi, yang pertama Hipmi, Himpunan Para Pengusaha Muda Indonesia yang menaungi para pengusaha muda dalam kriteria umur 41 ke bawah.

Saya dulu ketika masih berusia di bawah 41 tahun, berkecimpung, beraktivitas di Hipmi. Di situ, organisasi yang sangat bagus sekali yang dibentuk para pendahulu itu, di situ kita belajar bagaimana berorganisasi dan belajar bagaimana mengembangkan usaha - usaha kita.

Dan hal yang paling penting bagaimana kita belajar beretika, sopan santun dan belajar menghargai para senior kita dan banyak sekali yang kita dapat.

Misalnya kita waktu di Hipmi, ketika kita yunior kita diajar oleh senior sampai kita senior kita berkewajiban mengajarkan kepada yunior dan ada tradisi sebenarnya tidak ada dalam ADRT dan tradisi ini sangat ketat, apabila ada acara - acara Hipmi, senior kalau datang, semua yunior pasti hormat.

Sebelum kita mengulas lebih jauh soal organisasi, Pa Chris sudah berapa lama jadi pengusaha?

Saya sebelum jadi pengusaha, yah anak pensiunan pegawai negeri sipil, yah tergolong miskin yah. Sehingga saya mulai dari nol, saya dulunya mulai berkarier di Jakarta itu saya lebih punya cita-cita untuk menjadi CEO/Manager Profesional. Tidak terpikirkan menjadi pengusaha.

Menjadi Manager Profesional, orang yang karena profesionalnya dibayar mahal. Saya dulu seperti itu. Kemudian pulang kembali ke Kupang tahun 94/95, selain menjadi CEO, saya mulai belajar menjadi pengusaha tahun 95. Dan tahun 2000, saya mulai mengembangkan usaha.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved