Berita Sumba Timur
Kunjungan Kerja ke Sumba Timur, Dirjen Industri Agro Kemenperin Tinjau Kesiapan Pabrik Gula MSM
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika meninjau Pabrik Gula Muria Sumba Manis (MSM) di Desa Wanga dalam kunjungan kerjanya
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
Kunjungan Kerja ke Sumba Timur, Dirjen Industri Agro Kemenperin Tinjau Kesiapan Pabrik Gula MSM
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika meninjau Pabrik Gula Muria Sumba Manis (MSM) di Desa Wanga dalam kunjungan kerjanya ke Sumba Timur, jumat, 17 Jumat 2021.
Budi Hediana selaku Managing Direktur MSM menyatakan apresiasi yang begitu besar atas kunjungan kerja ke Pabrik Gula MSM yang baru saja berhasil memproduksi gula kristal putih perdana pada 7 Desember 2021.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari Kementrian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan beserta seluruh tim kementerian yang telah mendukung pembangunan Pabrik Gula MSM dari awal hingga commissioning dan akhirnya produksi gula pertama kami di awal bulan ini,” jelasnya.
Pabrik gula MSM menjadi salah satu pabrik strategis nasional guna menopang program ketahanan pangan dan swasembada gula yang juga merupakan program prioritas pemerintah pusat.
Baca juga: Inilah 23 Imam dan Diakon Yang Ditahbiskan Uskup Agung Kupang Hari Ini
“Didukung dengan teknologi modern, MSM menerapkan teknik pengolahan berstandar tinggi untuk hasil gula berkualitas. Untuk bisa memenuhi kualifikasi itu, tentunya diperlukan SDM tenaga kerja yang terampil dan terlatih
Perusahaan sudah menyiapkan training centre serta program pelatihan dan pengembangan berkesinambungan untuk seluruh karyawan. Besar harapan kami untuk bisa menyerap banyak tenaga kerja lokal berkualitas dari putra-putri Sumba,” tutur Budi.
MSM akan memproduksi Gula Kristal Putih dengan brand “‘Sumba Manis” dan mengusung tagline “Dari Sumba Untuk Indonesia”. Pemilihan brand dan tagline ini jelas mempunyai tujuan yang diharapkan bisa lebih mengenalkan dan mengangkat citra daerah Sumba ke Indonesia.
“Selama ini Sumba memiliki banyak sekali potensi alam yang sangat potensial. Beberapa tahun terakhir potensi wisata di Sumba Timur sudah mulai dikenal luas gaungnya baik oleh wisatawan dalam maupun luar negeri. Dengan kehadiran MSM diharapkan masyarakat semakin mengenal Sumba Timur yang ternyata mempunyai Industri yang cukup besar sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Kawasan Indonesia Timur,” ungkap Budi.
Tak dipungkiri, selama masa pandemi proses pembangunan pabrik gula MSM mengalami beberapa kendala dan penundaan rencana commissioning, diantaranya yakni kendala manpower khususnya tenaga ahli dan terhambatnya supply serta pengiriman peralatan pabrik dari luar.
MSM merupakan pabrik gula modern dan terintegrasi dengan pembangunan perkebunan tebu dengan teknologi sub-drip. Dengan kondisi sudah tertanam saat ini sebanyak 3000 Ha, MSM terus berupaya meningkatkan luasan tanam tebu di areanya sehingga diharapkan beberapa tahun kedepan kebutuhan bahan baku gula dapat dipenuhi secara internal dari perkebunan tebu tersebut.
MSM berkeinginan untuk terus berkontribusi terhadap percepatan kemandirian industri gula dalam negeri melalui komitmen penggunaan konten lokal yang tinggi. Dukungan pemerintah pusat dan lokal serta seluruh stakeholder kami lainnya, sangat berperan besar dalam keberlangsungan bisnis MSM yang tentunya juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian Sumba Timur secara signifikan.
Kepada wartawan, Dirjen Industri Agro, Putu Juli Ardika menyebut kehadiran MSM menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa. "Ini suatu aset yang luar biasa baik untuk skala nasional, Provinsi Nusa Tenggara Timur maupun daerah sumba Timur," sebut Putu.
Ia mengapresiasi MSM yang disebutnya menghadirkan tekad yang visioner dalam memanfaatkan potensi Sumba Timur yang luar biasa untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, daerah dan negara.