Senin, 11 Mei 2026

Tips Sehat

Deteksi Dini Penyakit Kanker Hati, Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Penyebab kanker hati bisa disebabkan infeksi hepatitis kronis. Namun, ada juga beberapa faktor risiko pemicu lainnya penyakit satu ini.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi penyakit liver atau kanker hati 

POS-KUPANG.COM - Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) 2020, kanker hati merupakan salah satu dari 4 penyebab kematian akibat kanker terbesar di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 21.392 orang meninggal dunia.

Kanker hati adalah kanker yang tumbuh di sel-sel hati atau liver.

Hati adalah organ yang terletak di perut kanan atas. Organ paling besar di tubuh ini memiliki fungsi menetralkan racun, memproduksi protein, hingga membantu proses pembekuan darah.

Karsinoma sel hati (hepatoseluler karsinoma) adalah salah satu jenis kanker hati yang paling umum dengan prognosis atau kemugkinan terjadinya penyakit yang sangat tinggi.

Baca juga: Waspada Kolesterol Jahat, Kenali Gejala Penyakit Kolestrol dan Bahaya Kolestrol Tinggi Sejak Dini

Di dunia, terdapat sekitar 750.000 orang per tahun yang didiagnosis memiliki karsinoma sel hati dan seringnya terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut. 

Di Indonesia, kejadian kanker hati sekitar 13,4 per 100.000 penduduk.

Penyebab kanker hati

Melansir Mayo Clinic, kanker hati bisa terjadi saat ada perubahan atau mutasi DNA sel hati.

Baca juga: Bisa Jangkiti Anak-anak dan Orang Dewasa, Kenali Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah

Mutasi DNA sel hati menyebabkan pertumbuhan sel di organ vital ini tidak terkendali. Akibatnya, muncul tumor ganas.

Penyebab kanker hati bisa disebabkan infeksi hepatitis kronis. Namun, ada juga beberapa faktor risiko pemicu lainnya penyakit satu ini.

Di antaranya seperti siroris hati, penyakit liver, diabetes, fatty liver, terpapar racun tertentu, konsumsi alkohol berlebihan.

Munculnya kanker atau tumor ganas di hati bisa mengganggu hormon yang bekerja di organ sekitarnya.

Baca juga: Kulit Gatal Tanpa Sebab Jelas, Memar, Sering Lelah Bisa Jadi Gejala Penyakit Liver, Tanda Lainnya?

Kondisi ini bisa menyebabkan kadar kalsium tinggi, gula darah rendah, payudara bengkak, testis menyusut, sel darah merah meningkat, dan kadar kolesterol tinggi.

Gejala kanker hati

Prevalensi kematian senyap atau tanpa ketahuan akibat kanker hati menjadi tantangan serius bagi banyak negara, termasuk Indonesia.

Prevalensi kematian meningkat, seiring dengan gejala kanker hati yang tidak dapat terdeteksi dengan mudah dan memiliki perburukan penyakit yang cepat.

Baca juga: Kenali 6 Gejala Penyakit Paru-paru, Mulai Batuk-batuk hingga Sesak Nafas

Dokter Spesialis Gastroentero-Hepatologi, MRCCC Siloam Hospital, Dr dr Cosmas Lesmana Sp.PD-KGEH, FACP, FACG, FINASIM mengatakan, pada umumnya, kanker hati tidak menunjukkan gejala kecuali saat sudah memasuki stadium lanjut.

"Seringkali gejala kanker hati yang dirasakan oleh pasien mirip dengan gejala penyakit lainnya," kata Cosmas dalam diskusi daring bertajuk Peran Pemeriksaan Rutin untuk Deteksi Dini Kanker Hati, Sabtu (4/12/2021).

Namun, saat terkena kanker, kinerja organ hati bisa terganggu disertai beragam tanda penyakit.

Melansir American Cancer Society, terdapat beberapa ciri-ciri kanker hati yang kerap dirasakan penderitanya, antara lain: 

1. Berat badan turun tanpa sebab jelas 

2. Tidak selera makan 

3. Perut rasanya sudah penuh padahal jumlah makanan yang masuk sedikit 

4. Mual atau muntah 

5. Hati bengkak, rasanya bagian bawah tulang rusuk sisi kanan penuh sesak 

6. Limpa membesar, rasanya bagian bawah tulang rusuk sisi kiri penuh sesak 

7. Sakit perut bagian kanan 

8. Perut bengkak atau ada penumpukan cairan di perut 

9. Kulit gatal-gatal

10. Kulit dan area mata yang berwarna putih jadi menguning

11. Sering demam

12. Kerap memar atau ada pendarahan yang tidak normal

Jika Anda sudah memiliki beberapa tanda gejala seperti yang disebutkan di atas, maka jangan menunda memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter, untuk segera dilakukan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Deteksi dini kanker hati

Dengan banyaknya penemuan pasien kanker hati yang sudah stadium lanjut dan sangat berisiko kematian, para ahli yakin bahwa kunci utama keberhasilan penanganan kanker hati ditemukannya kanker dalam stadium dini, sehingga dapat ditangani secara optimal.

"Oleh karena itu, masyarakat perlu memeriksakan diri untuk memberikan petunjuk gejala yang umumnya tidak dirasakan oleh pasien," kata dia.

Selain itu, bagi pasien yang memiliki risiko tinggi, pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin, misalnya setiap 6 bulan sekali dengan pemeriksaan USG dan cek darah. 

Hal ini sangat penting untuk membantu masyarakat untuk dapat menemukan kanker hati sejak stadium dini, sehingga dapat diobati secara tepat waktu dan efektif untuk meningkatkan harapan hidupnya.

Pengobatan kanker hati

Pengobatan kanker hati tergantung pada stadiumnya. Perawatan bervariasi, akan disesuaikan oleh dokter penanggung jawab.

Namun, pada umumnya terapi yang biasanya dilakukan untuk mengobati kanker hati adalah pengangkatan sebagian hati, transplantasi, kemoterapi, radiasi ataupun imunoterapi.

Spesialis Hemato-Onkologi Medik, MRCCC Siloam Hospitals, Prof Dr dr Aru W Sudoyo SpPD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan, masyarakat harus mengerti bahwa pemeriksaan rutin pada individu yang memiliki faktor risiko sangat penting untuk dilakukan mengingat penyakit kanker hati ini progesi atau perburukan penyakitnya cukup berat.

"Selain surveilans, pengobatan kanker hati yang dilakukan secara optimal pada pasien yang sudah terdiagnosis kanker hati juga penting untuk meningkatkan harapan hidup," ujarnya.

Di Indonesia, berbagai macam modalitas terapi di Indonesia sudah tersedia untuk kanker hati stadium dini dan stadium lanjut, termasuk yang paling inovatif yaitu imunoterapi untuk kanker hati yang bekerja dengan cara membangkitkan sistem imun di dalam tubuh pasien sendiri untuk melawan sel kanker.

berita kesehatan lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab, Gejala, Deteksi Dini, dan Pengobatan Penyakit Kanker Hati"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved