Berita Sikka

Program Tanam Jagung Panen Sapi Masuk Sikka, Bank NTT Hadir Bantu Petani

Program Tanam Jagung Panen Sapi kini Masuk Kabupaten Sikka, Bank NTT Hadir Membantu Petani

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
TANAM-Tanam jagung perdana di Lingkar Luar Kota Maumere oleh Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT bersama Kepala Divisi Kredit Mikro dan Pinca Bank NTT serta Dinas Pertanian Sikka menanam jagung di kebun warga di Lingkar Luar Maumere, Rabu, 8 Desember 2021 sore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE-Program sektor pertanian Pemprov NTT dalam rangka meningkatkan ekonomi petani di Kabupaten Sikka mulai geliat disosialisasikan kepada petani.

Program tanam jagung panen sapi (TJPS) kini mulai masuk ke Kabupaten Sikka. Program ini diawali dengan sosialisasi dari Bank NTT kepada petani. Sosialisasi program TJPS ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Sikka.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si saat sosialisasi program pertanian bersama Bank NTT di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Rabu, 8 Desember 2021 pagi menjelaskan, program sektor pertanian yang dilakukan ini sangat membant petani. Pihak pemerintah tentunya akan mendorong petani mengikuki program ini.

Dinas Pertanian Sikka, kata Bupati Sikka, diminta menyiapkan data-data terkait bantuan kepada petani yang memilikki lahan yang akan ditanam jagung pada musim tanam.

 Bupati Sikka pun mengatakan, pemerintahan akan mendata semua lahan untuk ditanam jagung dengan tujuan peningkatan ekonomi petani.

Untuk tahap awal,paparnya, lahan yang disiapkan 6 ribu hektar guna menyukseskan program tanam jagung panen sapi.

Hadir saat sosialisasi bersama Bupati Sikka, Kepala Divisi Kredit Mikro , K. Johanis O.Tadoe bersama Pinca Bank NTT Maumere, Yosefina G. Lely dan Kadis Pertanian Sikka, Mauritz da Cunha.

Bank NTT hadir sebagai penyedia anggaran bagi petani yang membutuhkan modal kerja menanam jagung. Di mana Bank NTT melalui program kredit merdeka menyiapkan dana Rp 11 juta sampai Rp 12 juta bagi petani yang menanam jagung di lahan seluas 1 Ha.

Yang mana dari lahan 1 Ha itu diperkirakan bisa mendapat hasil 5-7 ton. Hasil panen itu akan dijual lalu petani dapat terbantu. Bank NTT pun menyuplai dana tanpa ada jaminan bagi petani yang mendapat kredit merdeka.

Sementara itu, Direktur Pemasaran kredit Bank NTT, Steven Mesakh saat penanaman jagung perdana di Lingkar Luar Maumere menjelaskan, Bank NTT hadir guna membantu petani melalui kredit tanpa jaminan.

Kehadiran Bank NTT, paparnya, bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan ekonomi petani. Dengan begitu petani yang mau menanam dan tidak memilikki modal bisa terbantu. Pasalnya, selama ini, ada tiga persoalan yang dihadapi petani soal bibit, sarana produksi dan alat pertanian.

“Dari ketiga kendala itu tentunya Bank NTT hadir membantu petani dengan jaminan kredit tanpa agunan. Dana itu disiapkan sebesar Rp 11 juta sampai Rp 12 juta bagi petani. Dengan lahan 1 Ha petani bisa dipacu meningkatkan produksi yang biasanya 3 ton menjadi 7 ton sekali tanam,” ujar Steven.

Pantauan wartawan, sore itu, Rabu, 8 Desember 2021, Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT bersama Kepala Divisi Kredit Mikro dan Pinca Bank NTT serta Dinas Pertanian Sikka menanam jagung di kebun warga di Lingkar Luar Maumere.(*)

Baca Berita Sikka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved