Breaking News:

Berita Kota Kupang

Advokat Rudi Kabunang Sebut Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Direncanakan

Polisi menerapkan pasal berlapis, dan biarkan pengadilan yang membuktikan apakah ini pembunuhan biasa atau menggunakan perencanaan

Editor: Rosalina Woso
Dok. Pribadi
Rudi Kabunang, S.H., M.H., CLI. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Advokat ternama di Ibukota Negara, Rudi Kabunang, S.H., M.H., CLI., mengapresiasi kinerja Polda NTT yang berhasil mengungkap pelaku pembunuhan sadis terhadap ibu dan anak yang jasadnya ditemukan di proyek penggalian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.

Untuk mengakomodir semua peristiwa hukum yang mungkin terjadi dalam kasus tersebut, Pengacara Rudi Kabunang menyarakan agar Polisi menerapkan pasal berlapis, dan biarkan pengadilan yang membuktikan apakah ini pembunuhan biasa atau menggunakan perencanaan.

"Jika saya menyimak dari proses kejadian perkara dengan korban ibu dan anak dibunuh lalu jenazahnya disembunyikan, logika kita ini sangat tidak mungkin adalah pembunuhan biasa atau pembunuhan yang terjadi seketika," ungkap Rudi, dalam keterangannya Senin 6 Desember 2021.

"Saya berpendapat ini direncanakan, maka saya menyarankan atau memberi sumbangan pemikiran kepada bapak Kapolda/ penyidik agar terapkan pasal 338 dan 340 KUHP secara berlapis," imbuhnya.

Baca juga: APBD Kota Kupang 2022 Berkurang dari Tahun 2021

Pasal 338 KUHP Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun.

Dan Pasal 340 KUHP, yaitu: “Barangsiapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun".

Kendati hingga saat ini pihak kepolisian baru menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa keji tersebut, menurut Rudi Kabunang, patut diapresiasi karena itu merupakan sebuah pencapaian.

"Kita apresiasi sebagai pencapaian yang sudah ada saat ini,  karena suatu peristiwa hukum di mana tersangka satu atau lebih, tergantung hasil penyidikan perkara itu, bagaiman pengakuan tersangka, bagaimana barang bukti, petunjuk dan saksi," ungkap Rudi.

Namun demikian, dia mendukung Polda NTT untuk terus mendalami kasus ini,  sehingga semua terduga pelaku, atau yang turut serta dalam peristiwa berdarah itu, bisa diungkap dan mendapat hukuman yang setimpal.

Baca juga: Serah Terima Jabatan di Kota Kupang -- Fahrensy Sebut Jabatan Bukan Karena Ada Kedekatan

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved