Berita Lembata
Plan Indonesia Sukses Selenggarakan Run For Equality Akses Air Bersih di Lembata
masih langka menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di NTT dimana mereka harus berjalan kaki hingga lima kilometer untuk memenuhi kebutuhan air
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Jelajah Timur: Run for Equality merupakan salah satu kampanye tahunan Plan Indonesia untuk mendukung pemenuhan sarana air bersih di NTT. Pada tahun 2020, melalui Jelajah Timur, Plan Indonesia telah berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp2 miliar dimana sebanyak 3.805 individu telah merasakan akses air bersih yang layak di 5 desa di NTT yaitu Desa Tedamude dan Nggolonio di Kabupaten Nagekeo dan Desa Leuwayan, Kaohua, dan Kalikur WL di Kabupaten Lembata.
“Setiap tahunnya Jelajah Timur berhasil memberikan dampak bagi ribuan individu di NTT yang telah merasakan akses air bersih. Kedepannya kami berharap semakin banyak pihak akan tergerak, seperti pemerintah daerah, pihak swasta, dan tentunya masyarakat untuk membantu pemenuhan air bersih di NTT, terutama dalam mencegah stunting,” tutup Dini Widiastuti.
Baca juga: Erupsi Gunung Hobal di Lembata - NTT Berpotensi Tsunami, Begini Penjelasan Eko Budi Lelono
Tahun ini, masyarakat juga dapat terlibat dalam Jelajah Timur: Run for Equality dengan mengikuti Jelajah Timur virtual challenge yaitu kegiatan berlari yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kemudian, jarak lari yang ditempuh dikumpulkan hingga target lari tertentu. Hasil pendaftaran melalui platform Virtuathlon akan menjadi donasi untuk pengadaan akses air bersih di NTT.
Selain dengan berlari atau bersepeda, masyarakat dapat turut mendukung misi Plan Indonesia melalui kitabisa.com/jelajahtimur. Hingga hari ini, (27/11) donasi lebih dari Rp1 miliar dari target Rp 800 juta telah terkumpul. Donasi ini masih dibuka hingga 15 hari ke depan. Seluruh rangkaian kegiatan Jelajah Timur: Run for Equality didukung oleh Citilink, Duralink, dan Pemerintah Kabupaten Lembata.
Kesetaraan bagi anak perempuan. Plan Indonesia mengimplementasikan aktivitasnya melalui empat program, yaitu Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan dan Agensi Remaja, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda, serta Kesiapsiagaan Bencana dan Respons Kemanusiaan. Kami bekerja di 7 provinsi, termasuk di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan target untuk memberdayakan 1 juta anak perempuan. Selain itu, Plan Indonesia juga membina 36 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur.
Tentang Plan International
Plan International adalah organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan. Kami memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, bekerja bersama anak, kaum muda, masyarakat dan mitra.
Baca juga: Badan Kehormatan DPRD Lembata Sudah Terima Laporan Anggotanya yang Selingkuh di Dalam Toilet
Plan International bekerja bersama anak-anak, kaum muda dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah diskriminasi terhadap perempuan, eksklusi dan kerentanan. Dengan capaian, pengalaman dan pengetahuan, Plan International mendorong perubahan dalam praktek dan kebijakan tingkat lokal, nasional dan global.
Plan International tidak berafiliasi dengan agama, organisasi politik atau pemerintahan tertentu. Lebih dari 80 tahun, Plan International membangun kemitraan yang kuat untuk hak anak. Saat ini kami bekerja di lebih dari 70 negara.
Pemenuhan akses air bersih dalam upaya pencegahan stunting. Dana yang terkumpul 1,3 miliar. Di hari ini 26 komunitas di lebih dari 20 kota di Indonesia dan luar negeri. Jelajah Timur ketiga, sebelumnya di Ende-Nagekeo. 57, 86 dan 100 meter
Dini Widyastuti, semoga semuanya berkesan. Manfaatnya berkelanjutan untuk anak-anak. Jelajah Timur keempat di Pulau Timor. Share juga keramahannya bukannya keindahannya juga.
Sejak tanggal 27 November 2021, 44 pelari di Pulau Lembata dan lebih dari 121 pelari dan pesepeda yang mewakili 26 komunitas di 20 kota di Indonesia dan 8 negara telah berlari menempuh 100 kilo meter sejak Jumat (26/11) malam hari. (*)