Berita Manggarai

Kukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Religi dan Budaya, Ini Pesan Prof Mangadas Untuk Prof John

Kukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Religi dan Budaya, Ini Pesan Prof Drs Mangadas L Gaol Untuk Prof John

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Prof Yohanes Servatius Lon, MA (kiri) saat dikukuhkan oleh Kepala LLDikti Wilayah XV, Prof Drs Mangadas L Gaol, M Si.,Ph.D. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Rektor Unika St Paulus Ruteng, Prof Yohanes Servatius Lon, MA, resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Religi dan Budaya.

Raihan jabatan akademik tertinggi itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nomor 64673/MPK.A/KP.05.01/2021 tertanggal 5 Oktober 2021.

Pengukuhan itu ditandai dengan pengalungan tanda Guru Besar oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV, Prof Drs Mangadas L Gaol, M Si.,Ph.D kepada Prof Yohanes.

Acara Pengukuhan ini dilaksanakan dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Aula Assumpta Gereja Katedral Ruteng, Sabtu 27 November 2021.

Kepala LLDikti XV Prof Drs Mangadas Lumban Gaol, M.Si, Ph.D, dalam kesempatan itu, memberikan proficiat kepada Prof Yohanes Servatius Lon, MA atas pengukuhan itu dan pengukuhan itu baru pertama ada di Unika St Paulus Ruteng.

Baca juga: Uskup Ruteng Pesan Prof Yohanes Servatius Lon Lakukan Pekerjaan Dengan Kasih 

Dikatakan Prof Mangadas, setelah dibentuknya LLDikti Wilayah XV di NTT, ini baru pertama menghasilkan profesor yakni Prof Yohanes Servatius Lon. 

Menurutnya, untuk dapat menghasilkan profesor itu tidak gampang. Dari sekitar 4000 dosen perguruan swasta di NTT yang berada di LLDikti wilayah XV baru 3 orang profesor.

Prof Mangadas dalam kesempatan itu juga memberikan gambaran terkait kondisi perguruan tinggi di NTT. Dimana jumlah perguruan tinggi swasta dibawa koordinasi LLDikti NTT sebanyak 56 perguruan tinggi dan ada 4 perguruan tinggi Negeri sehingga total 60 perguruan tinggi di NTT.

Sedangkan dibawa Kementerian Agama sekitar 17, dibawa Kementerian kesehatan 1 dan dibawa Kementerian KKP 1 sehingga total perguruan tinggi di NTT sebanyak 79 perguruan tinggi. 

"Ini kalau banding dengan sejumlah negara maju ini termasuk yang cukup besar. Memang Indonesia itu salah satu negara dengan paling banyak perguruan tinggi di dunia. Akibatnya banyak perguruan tinggi yang sedang sakit-sakitan dan menjelang kematian,"ungkap Prof Mangadas.

Prof Mangadas juga mengatakan, dari 79 perguruan tinggi di NTT belum ada satu pun yang terakreditasi A. Dari sekitar 350 program studi yang dilaksanakan di NTT hanya 2 Akreditasi A yakni 1 Prodi di Undana dan 1 prodi di Unika St Paulus Ruteng.

"Saya selalu sampaikan kepada pimpinan perguruan tinggi agar tidak terlalu membanggakan dirinya karena ada sejumlah persoalan yang perlu kita hadapi dan perlu kerja keras. Terkait hal ini juga menjadi tantangan bagi Prof yang baru ini,"ungkapnya.

Sedangkan untuk dosen yang gelar doktor, jelas Prof Mangadas, sebanyak 4,38 persen, maka yang bukan doktor sekitar 96 persen dimana syarat seorang dosen minimal S2. "Tapi di universitas kita ini (Unika St Paulus Ruteng) sudah banyak dosen yang bergelar doktor,"ungkapnya.

Prof Mangadas juga meminta kepada rektor Unika St Paulus Ruteng untuk segera membuka program pasca sarjana untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan S2. Selain itu juga bisa membuka fakultas kedokteran untuk mendukung pembangunan di bidang kesehatan terutama di Flores.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved