Senin, 20 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 25 November 2021: Angkatlah Muka

Tanggal 27 Februari 1979, malam Rabu, banjir badang melanda kotaku Larantuka. Saat itu saya masih duduk di kelas II SMP. 

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Maka kita tak perlu segan, malu, apalagi cemas dan takut, baik karena kesederhanaan diri, dosa dan kesalahan; oleh penganiayaan dan penindasan, bencana dan malapetaka apa pun maupun akhir dunia. 

Ngapain kita mesti malu, segan, cemas, gentar dan takut dengan akhir dunia, karena saat itulah Anak Manusia datang. DIA datang membawa penyelamatan. 

Namun ini yang penting! Perkataan-Nya tentang gambaran akhir dunia dan kedatangan-Nya sebagai saat penyelamatan itu, sesungguhnya mengingatkan kita untuk "angkat muka" dari sekarang. 

Artinya, hidup kita harus kembali dan selalu terarah kepada-Nya. Tak boleh lagi bias sedetik dan sejengkal pun. 

Iman kita harus kokoh, kuat berakar dan berpegang pada-Nya. Kita mesti selalu berada bersama-Nya di jalan-Nya. 

Kita ingat kata-kata-Nya kemarin, "Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu" (Luk 21:19). *

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 25 November 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan Pertama: Daniel 6:12-28

“Allah telah mengutus malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa.”

Sekali peristiwa para pegawai Raja Darius masuk ke kamar Daniel, dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

Maka mereka menghadap raja dan menanyakan kepada raja, “Bukankah Tuanku mengeluarkan suatu perintah, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia selain kepada Tuanku, akan dilemparkan ke dalam gua singa?”

Raja menjawab, “Memang! Perkara itu sudah pasti, menurut undang-undang orang Media dan Persia yang tidak dapat dicabut kembali.”

Lalu mereka berkata kepada raja, “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan Tuanku, ya Raja.

Ia tidak mengindahkan larangan yang Tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.”

Mendengar hal itu sangat sedihlah raja, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved