Minggu, 19 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 25 November 2021: Angkatlah Muka

Tanggal 27 Februari 1979, malam Rabu, banjir badang melanda kotaku Larantuka. Saat itu saya masih duduk di kelas II SMP. 

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

"Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu" (Luk 21:20-23). 

Itulah gambaran situasi akhir dunia, hari kiamat. Mencekam! Menakutkan! 

Tapi persis reaksi kita di saat mengalami peristiwa yang menggetarkan nyali, berhadapan dengan situasi akhir dunia, Yesus mengajak kita agar tak boleh terpaku apalagi tenggelam dalam gambaran situasi yang kelam dan ngeri itu. 

Ibarat menanti pelangi di balik badai. Mata kita justru harus mencari dan mendatangi Tuhan yang memberi harapan. 

Kita tahu Yesus datang menyampaikan Kabar Gembira. Ia datang untuk membangkitkan optimisme. Ia datang membawa harapan dan keselamatan. 

Dan memang benar! Kita bisa temukan perkataan-Nya sendiri. 

"Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat" (Luk 21:27-28). 

Kita catat apa yang dikatakan Yesus, "Angkatlah mukamu!". Dia menegaskan bahwa kita harus mengangkat muka. 

Rupanya Yesus tahu bahwa kita memang selalu tertunduk karena merasa rendah diri di hadapan-Nya yang kudus. Ini bawaan lahiriah. 

Tapi juga karena kita merasa diri tak pernah mendengarkan Dia dan jarang datang kepada-Nya untuk menyembah dan memuliakan-Nya. Atau pun karena selama ini kita telah menjauh dan berada jauh dari Dia. 

Kita pun kerap tak berani angkat muka, tak sanggup mengangkat muka, karena kelewat malu setelah berbuat salah atau ketahuan melakukan kejahatan dan berada dalam lembah dosa yang menjijikkan. 

Namun kita harus cermat dan mencerna dengan sepenuhnya perkataan-Nya. Soalnya perkataan-Nya menghidupkan nyala harapan dalam diri kita.  

Ia menyuruh kita, "Angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat". 

Kita disuruh angkat muka, karena ada kaitannya dengan akan datangnya Anak Manusia dan saat penyelamatan. 

Bahwa kita harus angkat muka untuk melihat Dia yang akan datang nanti. Itulah saat penyelamatan kita. 

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved