Selasa, 7 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 25 November 2021: Angkatlah Muka

Tanggal 27 Februari 1979, malam Rabu, banjir badang melanda kotaku Larantuka. Saat itu saya masih duduk di kelas II SMP. 

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik Kamis 25 November 2021: Angkatlah Muka! (Lukas 21:20-28)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Mungkin banyak dari antara kita tak pernah mengalami situasi perang. Kita hidup di wilayah damai, tanpa perang berkecamuk. 

Umumnya kita hanya bisa nonton di televisi perang di Afghanistan, Irak, Suriah, Palestina. Atau pernah nonton film perang di bioskop seperti Rambo-nya Sylvester Stallone

Selebihnya kita mendapat gambaran tentang perang Padri, Diponegoro, dll. lewat paparan menarik dari guru sejarah saat di sekolah dasar dan menengah dulu. 

Tapi saya pernah mengalami berbagai bencana alam dan malapetaka dahsyat. 

Tanggal 27 Februari 1979, malam Rabu, banjir badang melanda kotaku Larantuka. Saat itu saya masih duduk di kelas II SMP. 

Sedangkan gempa bumi, selain beberapa yang berskala kecil, ada 2 (dua) gempa bumi dahsyat yang saya alami. 

Pertama, gempa bumi dengan 6.5 skala Richter disusul tsunami yang melanda pantai utara Flores siang hari, tanggal 12 Desember 1992. 

Kedua, gempa bumi dengan 7.5 skala Richter yang menghantam dan meluluhlantakkan kota Padang sore menjelang malam tanggal 30 September 2009. 

Dalam semua kejadian itu, terlebih saat gempa bumi mengguncang dahsyat, dunia seakan runtuh. Situasi menjadi begitu mencekam. Semua dilanda ketakutan ngeri yang tiada tara. 

Namun satu hal ini patut dicatat! Rupanya dalam situasi yang mencekam dan mengerikan itu, semua orang pada lari dan berseru kepada Tuhan. Nyaris tak terkecuali. 

Dia yang selama ini tak pernah lagi menyebut nama Tuhan, spontan meluncur keluar dari mulutnya, "Tuhan e ...!"

Mereka yang sebelum ini merasa berkuasa atas apa dan siapa saja, pun hanya bisa merunduk dan berpasrah diri. 

Penginjil Lukas mencatat perkataan Yesus yang menggambarkan situasi dunia yang jauh lebih dahsyat dan mengerikan dari peristiwa atau kejadian apa pun yang (pernah) terjadi di seantero planet bumi ini. 

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved