Breaking News:

Berita Manggarai

Pedagang di Ruteng Mengeluh Harga Minyak Bimoli Melonjak Rp 50 Ribu

Sejumlah pedagang minyak goreng bimoli di Pasar Inpres Ruteng Kabupaten Manggarai mengeluh karena harga minyak goreng naik

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Pedagang sedang menjajakan minyak goreng bimoli 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Sejumlah pedagang minyak goreng bimoli di Pasar Inpres Ruteng Kabupaten Manggarai mengeluh karena harga minyak goreng naik.

Sofia salah satu pedagang di Pasar Inpres Ruteng, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 25 November 2021, mengaku harga minyak goreng bimoli mengalami kenaikan dari biasanya Rp330 ribu/dus kini menjadi Rp380 ribu/dua atau mengalami kenaikan Rp50 ribu/dus.

Dikatakan Sofia, kenaikan harga minyak goreng bimoli ini sejak 1 bulan terakhir.

"Pokoknya harganya naik sejak 1 bulan terakhir. Bukan hanya minyak goreng harga bimoli saja, tetapi semua minyak goreng mengalami kenaikan tapi yang lebih signifikan itu minyak goreng bimoli,"ungkap Sofia.

Sofia mengharapkan agar harga minyak goreng bisa kembali normal sehingga mereka bisa menjualnya dalam jumlah banyak dan bisa laris terjual.

"Ia harapan kita Pemerintah bisa perhatikan ini agar harga minyak goreng bimoli ini bisa turun normal. Kasihan kami pedagang kecil-kecilan ini mau beli dan jual dalam jumlah banyak juga modal cukup terbatas apalagi kalau harganya mahal tentu daya beli warga berkurang karena saat ini terjadi pandemi Covid-19,"ungkap Sofia berharap.

Maria juga mengaku kenaikan harga bukan hanya minyak goreng saja, namun hampir semua bahan sembako salah satunya seperti tepung terigu. Dari biasanya tepung terigu Rp180 ribu/karung kini naik Rp190/karung.

Hal yang sama juga disampaikan pedagang di pasar Inpres Ruteng lainya, Maria Jelulut. Kata dia, harga minyak goreng bimoli khususnya kini naik Rp380 ribu/dus yang berisi setiap dua 4 jeringen yang berukuran 5 liter dari sebelumnya Rp330 ribu/dus.

"Harapan kami harga ini bisa kembali normal. Kasihan kami yang pedagang ini apalagi masyarakat pembeli yang berekonomi lemah tentu sangat tidak bersahabat apalagi saat ini pandemi Covid-19,"ungkap Maria penuh harap.

Seorang ibu rumah tangga, Marta Jun, kepada POS-KUPANG.COM, berharap agar semua harga sembako tidak mengalami kenaikan.

"Inikan menjelang Natal dan tahun baru, tentu masyararakat kecil seperti kami juga ingin beli sembako seperti minyak goreng dan tepung terigu untuk buat kue Natal dan Tahun Baru, tapi kalau harga naik apalagi naiknya sangat besar tentu tidak terjangkau bagi kami. Kami harap tidak boleh ada kenaikan,"ungkap Marta. (*)

Baca Berita Manggarai Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved