Breaking News:

Tips sehat

Waspada, 7 Kelurahan di Kota Kupang Endemis Demam Berdarah Dengue, Kenali Gejala DBD Sejak Dini

Waspada, 7 Kelurahan di Kota Kupang Endemis Demam Berdarah Dengue, Kenali Gejala DBD Sejak Dini

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Adiana Ahmad
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Fase Demam Berdarah. Waspada, 7 Kelurahan di Kota Kupang Endemis Demam Berdarah Dengue, Kenali Gejala DBD Sejak Dini 

Nyeri otot juga terjadi bersama dengan sakit kepala dan demam tinggi. 

Sakit Kepala

Beberapa jam setelah mengalami demam, gejala berikutnya yang muncul adalah sakit kepala parah yang terjadi di sekitar dahi.

Sakit kepala parah juga disertai dengan rasa nyeri pada bagian belakang mata.

Kondisi ini merupakan gejala umum yang sering terjadi. Mungkin dengan mengonsumsi beberapa obat sakit kepala dapat membantu meredakannya. 

Mual dan Muntah 

Gejala DBD lainnya yang bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa adalah mual dan muntah.

Gangguan ini juga termasuk dalam masalah pencernaan yang turut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut atau punggung.

Masalah ini dapat terjadi selama dua hingga empat hari setelah paparan virus masuk dan menyerang di tubuh.

Tubuh Mengalami Kelelahan

Demam disertai nyeri otot dan masalah pencernaan yang terjadi pada pengidap DBD dapat membuat nafsu makan menurun.

Akibatnya, tubuh menjadi kelelahan karena kurangnya asupan makanan dan sistem imun tubuh yang melemah. 

Munculnya Ruam Merah

Ruam merah merupakan gejala DBD yang paling khas.

Ruam pada DBD biasanya berwarna kemerahan atau merah muda pucat yang muncul di wajah, dada, tangan dan kaki.

Gejala DBD ini biasanya dimulai pada hari ketiga dan berlangsung selama 2–3 hari.

Bila kamu mengalami gejala DBD seperti di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan membantu kamu mendapatkan diagnosis dan penanganan terbaik.

Hal ini mampu untuk menghindari segala komplikasi berbahaya yang dapat disebabkan oleh virus dengue akibat gigitan nyamuk ini.

Cara Penanganan DBD pada Anak dan Orang Dewasa

Faktanya, tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah. Bila gejalanya ringan, DBD bisa diatasi sendiri dengan perawatan rumahan.

Kamu bisa mengonsumsi paracetamol untuk meredakan gejala demam dan nyeri yang muncul.

Namun, ingat, hindari obat antiinflamasi non steroid (NSAID) karena bisa meningkatkan risiko perdarahan dan memperburuk kondisi.

Pastikan juga kamu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dengan memperbanyak minum air putih.

Sedangkan untuk demam berdarah yang parah, perawatan medis oleh ahli medis berpengalaman dapat membuat gangguan yang terjadi menjadi lebih baik dan mencegah komplikasi berbahaya.

Hal ini sudah terbukti menurunkan angka kematian lebih dari 20 persen menjadi kurang dari 1 persen. (*)

Berita terkait Demam Berdarah Dengue

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved