Breaking News:

Berita Lembata

Pemuda Muslim Gendong Patung Bunda Maria yang Ditemukan di Laut Ungkap Pesan Toleransi Dari Lembata

Pemuda Muslim Gendong Patung Bunda Maria yang Ditemukan di Laut Ungkap Pesan Toleransi Dari Lembata

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Umat Katolik di Kota Lewoleba berdoa di depan patung Bunda Maria yang baru saja ditemukan di lepas pantai Teluk Lewoleba, Kabupaten Lembata. Patung setinggi satu meter ini ditemukan oleh Rudi Keraf dan dua orang kerabatnya yang sedang melaut sekitar pukul 06.30 Wita. Patung Bunda Maria berwarna putih ini sementara berada di rumah Rudi Keraf. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- Saat hendak melaut, Rudi Keraf dan dua orang kerabatnya menemukan patung Bunda Maria sedang terapung di Teluk Lewoleba, Kabupaten Lembata sekira pukul 05.30 Wita, Rabu, 24 November 2021. 

Setelah kabar penemuan patung Bunda Maria di Teluk Lewoleba beredar luas dan viral di media sosial, banyak warga Lewoleba yang menunggu kedatangan Rudi Keraf dan patung Bunda Maria itu di Jembatan Titian (Jeti) Pelabuhan Lewoleba. Salah satunya adalah Syaiful Nene Kaphala, seorang pemuda Muslim yang juga teman dekat Rudi Keraf. 

Bersama dengan umat Katolik lainnya, Syaiful ikut menjemput patung Bunda Maria dan mengaraknya menuju ke rumah Rudi di Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah. Dia bahkan sempat menggendong patung tersebut dan menyelimutinya dengan kain sarung.

Patung setinggi 1,2 meter itu kemudian diarak ke kediaman Rudi dengan mobil Jeep milik Syaiful juga.

Baca juga: 4 Fakta Penemuan Patung Bunda Maria di Perairan Teluk Lewoleba Oleh 2 Nelayan, Ada Rosario

"Saya punya empati besar terhadap peristiwa ini sehingga saya berinisiatif dengan hati nurani, turun, ikut menggendong dan mengantar (patung) Bunda Maria yang dianggap sakral agama Kristiani," ungkap Syaiful kepada wartawan saat ditemui di kediaman Rudi Keraf.

Dia menambahkan aksi spontan itu merupakan bagian dari tanggung jawab sosial masyarakat dalam rangka membangun kerukunan antar agama di Kabupaten Lembata yang jadi bagian dari kehidupannya juga.

"Ini spontanitas. Tanpa ada perintah, tanpa ada iming-iming dalam bentuk apa pun. Ini adalah suatu kerohanian yang menjiwai diri saya, tentang kerukunan beragama," katanya.

Dia ingin mengajakhttps://kupang.tribunnews.com/topic/berita-lembata masyarakat hidup rukun antar agama di tanah Lembata

"Saya dengan hati menunggu kedatangan patung itu. Saya telepon pak Rudi, dia sementara mancing tapi saya bilang harus segera bawa pulang patung itu supaya kita bawa ke rumah," tandasnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved