Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Sidang Kasus Korupsi di Dinas Pendidikan Sumba Timur, Eviani Roslin Menangis Saat Diminta ke Kejari 

Saya tahu ketika ada petugas dari Kejari Sumba Timur ke rumah mengantar surat agar saya diperiksa oleh Kejari Sumba Timur

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
Suasana sidang kasus dugaan korupsi  pengelolaan realisasi gaji ASN pada Dinas Pendidikan Kabupatan  Sumba Timur di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis 18 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Eviani Roslin Marthina Debi  mengakui sempat menangis ketika petugas datang ke rumahnya dan meminta agar hadir di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur untuk dimintai keterangan.

Roslin menyampaikan hal ini ketika dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi pengelolaan gaji ASN pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur tahun 2019.

Sidang ini berlangsung di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis 18 November 2021 petang.

Sidang ini dipimpin Majelis Hakim, Fransiska Paula D. Nino, S.H,M.H didampingi hakim anggota, 
Ngguli Liwar Mbani Awang,S.H,M.H dan Lizbet Adelina S.H.

Sementara para terdakwa dalam kasus ini hadir secara virtual.

Baca juga: Realisasi PKB Masih Rendah, Pemprov NTT Kebut Sisa Waktu

Para terdakwa itu masing-masing, Made Markus Marion Dju alias Made, Yohanis Reku Paji Meha alias Hanis, Hina Pekambani, S.Ap alias Maramba, Andreas Tara Panjang alias Andre dan Yusuf Waluwanja,S.H.

Para terdakwa ini didampingi sejumlah penasihat hukum, diantaranya, Fredy Djaha,S.H, Benny Taopan,S.H, Semar Dju, S.H. 

Roslin merupakan ahli waris dari suaminya yang telah meninggal dunia pada 10 Desember 2018.

Meski sudah meninggal,namun nama almarhum masih terdaftar sebagai ASN pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved