Jumat, 1 Mei 2026

Berita Pemprov NTT

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Luncurkan Aplikasi Komododata

vaksinasi karena vaksinasi disebut sebagai game changer untuk mendukung pariwisata dan sektor produktif lainnya. 

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Pose bersama saat Launching aplikasi Komododata.id dalam kegiatan Temu Responden 2021 dan Talkshow Pariwisata yang digelar Rabu, 17 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaunching aplikasi Komododata.id dalam kegiatan Temu Responden 2021 dan Talkshow Pariwisata yang digelar Rabu, 17 November 2021. 

Kegiatan ini bertema Reviving Super Priority Tourism Destination (DPSP) and MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) Post Covid-19 : Perspective for East Nusa Tenggara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, Komododata.id merupakan sebuah platform online database internal terintegrasi sebagai sarana penyimpanan dan pengolahan data informasi secara lengkap, terstruktur, komperhensif dan tentunya validitasnya bisa dijamin untuk mendukung kegiatan advisoring dan juga kajian yang dilakukan Bank Indonesia. 

Dia melanjutkan, tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah sehingga ada dua hal yang dilakukan, yang pertama menjaga harga barang dan jasa melalui inflasi dan yang kedua adalah nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing atau yang disebut kurs. 

Baca juga: Pemprov NTT Segera Salurkan Dana Bantuan Seroja Rp 10 Miliar

"Hal ini tentu dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat, berkelanjutan dan juga tentunya kita menjaga nilai inflasi yang rendah dan stabil karena kalau inflasinya naik turun itu juga tidak kondusif buat perekonomian kita," kata Nyoman.

"Demi mencapai tujuan itu tentu Bank Indonesia melakukan beberapa kegiatan terutama di daerah. Kami di daerah ini ada fungsi advisoring kepada pemerintah daerah. Jadi menyusul rekomendasi pengembangan kebijakan keuangan daerah terutama dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi yang saat ini kita kena pandemi," lanjutnya.

Dijelaskan Nyoman, pandemi menimbulkan dampak yang luar biasa tidak saja dari sisi kesehatan tapi juga dari sisi ekonomi termasuk NTT juga kena dampaknya. Aktivitas ekonomi tertahan karena dilakukan pembatasan aktivitas, work from home sehingga semuanya dilakukan dari rumah. 

"Mungkin 2019 kita belum mengenal zoom atau meeting secara virtual tetapi dengan pandemi ini dipaksa kita harus tahu," ujarnya.

Baca juga: Perserang Korban Debut Manis Rahmad Darmawan Bersama RANS Cilegon, Menang Skor 2-1 Jaga Peluang

Lanjut Nyoman, banyak peluang usaha dengan sektor produktif terkena dampak pandemi ini. Salah satu sektor yang sangat terdampak adalah pariwisata. 

"Kinerja lapangan usaha ini kalau kita lihat ditahun 2020 itu terkontraksi di NTT sebesar 26.92 persen year on year. Dibandingkan 2019 yang tumbuh sebesar 5.99 persen year on year," ungkap Nyoman.

Menurut Nyoman, yang harus dilakukan saat ini tentu adalah vaksinasi karena vaksinasi disebut sebagai game changer untuk mendukung pariwisata dan sektor produktif lainnya. 

Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi, ujarnya, disamping percepatan pembangunan infrastruktur, pembangunan NTT terus didorong dalam mendukung pariwisata sebagai prime mover ekonomi. 

"Kalau kita lihat di triwulan ketiga 2021 ini sektor pariwisata mulai menunjukkan pemulihan atau tumbuh sebesar 7.17 year on year. Ini didorong oleh kunjungan wisatawan terutama juga dengan tumbuhnya kredit serta adanya optimisme masyarakat yang terus membaik," kata Nyoman.

Baca juga: Pemprov NTT Diminta Edukasi Masyarakat Soal Ancaman Badai La Nina

"Saya kira dengan kondisi ini kita perlu terus bersinergi baik itu pemerintah, instansi vertikal dan seluruh stakeholder yang ada sehingga kita bisa bekerja lebih optimal terutama bagaimana kita melibatkan seluruh pelaku usaha dan UMKM untuk terus mendorong perbaikan pariwisata dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi NTT ini," lanjutnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved