Berita NTT
PWNU NTT Dukung Gus Yahya Staquf Jadi Ketua Umum PBNU
PWNU NTT menyatakan akan mendukung KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi NTT ( PWNU NTT) menyatakan akan mendukung KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) pada Muktamar. Muktamar NU Akan digelar di Lampung tanggal 23-25 Desember 2021.
Sekretaris Wilayah NU NTT, Abdul Muis menyampaikan hal ini, Selasa 16 November 2021.
Menurut Abdul Muis, dalam muktamar nanti sudah ada dua kandidat kuat yang bakal bersaing di arena Muktamar tersebut nanti yakni Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj dan KH. Yahya Cholil Staquf.
Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj sudah menjabat dua periode kepemipinan di PBNU, sedangkan KH. Yahya Cholil Staquf yang saat ini menjabat sebagai Katiib A'am.
Baca juga: Buka Konferwil PWNU NTT ke 10, Gubernur Viktor Laiskodat Sebut NU Milik Bersama
"PWNU NTT memilih mendukung Gus Yahya Staquf semata-mata menginginkan adanya regenerasi kepemimpinan di tubuh Nadhlatul Ulama. Dua kandidat ini sama-sama bagus. Terkenal di level nasional dan internasional. Memiliki sanad NU yang jelas. Kali ini kita butuh regenerasi, agar menunjukkan bahwa kita di NU ada jenjang kaderisasi di level kepemimpinan," kata Muis.
Dijelaskan, dalam organisasi regenerasi itu sangat penting, apalagi organisasi sebesar Nadhlatul Ulama. Saat ini sudah banyak kader yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan dari Kyai Said.
"NU ini organisasi besar, tentu memiliki banyak kader yang dipersiapkan menjadi pemimpin NU masa depan. Salah satu kader hari ini yang sangat siap melanjutkan kepemimpinan dari Kyai Said adalah Gus Yahya Staquf, " kata Muis yang juga adalah Mantan Ketua GP Ansor NTT.
Muis menambahkan, dalam pertemuan dengan PCNU , ternyata memiliki nada yang sama yakni regenerasi. Bahkan, beberapa PCNU dengan tegas menginginkan adanya perubahan dalam muktamar nanti.
"Beberapa kali kita pertemuan dengan PCNU, semangatnya sama yakni regenerasi. Ini bukan karena Kyai Said tidak bagus, namun semangatnya adalah regenerasi Kepemimpinan," tegasnya.
Muis mengakui, NU NTT mengapresiasi kiprah dan kerja nyata yang sudah dilakukan PBNU dibawah kepemimpinan Kyai Said selama 10 tahun. Banyak yang berhasil dan mengharumkan NU.
"Apa yang sudah bagus dilakukan tinggal dilanjutkan lagi oleh kepemimpinan berikutnya, kalau ada yang belum dilakukan, tentu akan dilakukan ketua selanjutnya dengan program kerja yang bagus lagi," ujarnya. (*)